Gunung Agung Terkini

Warga Dukuh Mengaku Dengar Suara Ini Sebelum Diguyur Hujan Abu Disertai Pasir

Kata Sumiarsa, hujan abu yang terjadi cukup lebat dan tebal akibat disertai pasir.

Warga Dukuh Mengaku Dengar Suara Ini Sebelum Diguyur Hujan Abu Disertai Pasir
Tribun Bali/Saiful Rohim
Gunung Agung kembali mengalami erupsi, Minggu (24/12/2017). Erupsi sebabkan hujan abu di wilayah Kubu. 

Ketinggian asap dan abunya sampai sekitar 2.500 meter mengarah ke timur laut.

Tekanan erupsi sedang sampai kuat, dan warna abu kelabu tebal. Ini ditenggarai karena dalam priode enam jam, dari pukul 06.00 - 12.00 Wita, terekam ada peningkatan kegempaan vulkanik.

Ada delapan gempa vulkanik, dan delapan hembusan. Dan, sempat terjadi gempa vulkanik sampai overscale.

"Jadi setiap ada gempa vulkanik kita harus waspada karena sekarang sistemnya dalam kondisi tidak stabil. Artinya setiap ada injeksi dari magma baru, dia bisa terpicu erupsi. Erupsi yang terjadi sekarang jangkauannya masih lebih kecil dari erupsi tanggal 25-29 November," terang Devy.

Erupsi kemarin berlangsung sekitar 10 menit.        

Pasca-erupsi asap putih keluar dari kawah, dan kadang disertai hembusan.

Sebelumnya, Sabtu (23/12/2017) pukul 11.57 Wita, Gunung Agung juga erupsi dengan asap kelabu tebal setinggi sekitar 2.500 meter condong ke timur laut.

Hujan abu disertai pasir tipis terjadi di sekitar lereng Gunung Agung, seperti di Tulamben, Kubu.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, menyampaikan aktivitas vulkanik Gunung Agung masih tinggi.

PVMBG pun masih menetapkan Gunung Agung berstatus Awas (level IV).

Status Awas ini sudah berlaku sejak 27 November 2017. Status Awas ini hanya berlaku pada radius 8-10 kilometer dari puncak kawah Gunung Agung.

"Artinya masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di dalam radius 8-10 kilometer dari puncak kawah. Di luar area itu aktivitas dapat berjalan normal dan masih tetap aman," tandasnya.

PVMBG juga memastikan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dan Bandara Internasional Lombok beroperasi normal dan aman.

Sebab arah penyebaran abu mengikuti arah angin yaitu ke arah timur laut.

Sutopo memastikan, erupsi yang terjadi dalam dua hari berturut-turut ini tidak menimbulkan kerusakan di sekitarnya.

Masyarakat pun tetap bisa beraktivitas normal.

"Masyarakat diimbau untuk tetap tenang. Jangan terpancing pada informasi yang meresahkan," pungkasnya. (*)

Penulis: Saiful Rohim
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved