Gubernur Pastika Harap Kehadiran KRI I Gusti Ngurah Rai Perkuat Pengamanan Perairan

Kehadiran KRI I Gusti Ngurah Rai diharapkan dapat memperkuat pengamanan perairan Bali dan wilayah perairan nusantara.

Gubernur Pastika Harap Kehadiran KRI I Gusti Ngurah Rai Perkuat Pengamanan Perairan
Istimewa
Suasana pengukuhan nama KRI I Gusti Ngurah Rai di Pelabuhan Laut Benoa, Denpasar, Bali pada Rabu (10/01/2018) 

TRIBUN-BALI.COM - DENPASAR, Diabadikannya nama Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai sebagai nama dari salah satu Kapal Republik Indonesia (KRI)  merupakan suatu kehormatan bagi masyarakat Bali, bahwa KRI yang menjadi kebanggan bangsa, mengabadikan nama pahlawan nasional asal Bali, yang akan berlayar dengan gagah di perairan wilayah NKRI.

Kehadiran KRI I Gusti Ngurah Rai diharapkan dapat memperkuat pengamanan perairan Bali salah satunya  dan pengamanan wilayah perairan nusantara.

Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutan tertulisnya pada upacara adat pengukuhan nama Kapal Republik Inonesia (KRI) I Gusti Ngurah Rai-332 di Dermaga Timur Pelabuhan Benoa, Denpasar, Rabu (10/1).

Lebih lanjut Gubernur Pastika menyampaikan keberadaan KRI yang akan berpatroli dari pangkalannya di Surabaya ini akan menambah intensitas dan frekuensi patroli KRI di wilayah perairan NKRI termasuk di perairan Bali.

Terlebih sebagai kawasan pariwisata Internasional, berbagai bahaya potensi mengancam Bali sehingga perlu antisipasi yang tepat dan pengamanan yang kuat dan tangguh.

“Atas nama seluruh masyarakat Bali, saya menghaturkan terima kasih karena telah mengabadikan nama pahlawan I Gusti Ngurah Rai menjadi nama kapal kebanggaan bangsa. Mari kita tauladani semangat juang beliau dalam mengawal kedaulatan NKRI dan menjaga harga diri dan kehormatan bangsa, “imbuhnya.

Sementara itu, dalam Upacara Militer Pengukuhan KRI I Gusti Ngurah Rai -332, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto yang bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam sambutannya menyampaikan bahwasannya peresmian KRI I Gusti Ngurah Rai ini merupakan bagian integral pembangunan ketahanan negara dan sekaligus menandai bangkitnya kembali kejayaan TNI Angkatan Laut.

Sebagai negara yang 70%  wilayahnya terdiri dari perairan dan merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, dimana struktur ini menjadikan Indonesia sangat terbuka dan dapat dimasuki dari berbagai penjuru sehingga diperlukan kesiapsiagaan setiap komponen pertahanan NKRI khususnya TNI AL di perairan Indonesia.

Lebih jauh dalam sambutannya, Panglima TNI menyampaikan bahwa pemberian nama kapal perang dengan nama pahlawan  nasional I Gusti Ngurah Rai bukan sekedar untuk menghargai jasa para pahlawan, namun untuk membangkitkan rasa nasionalisme dan patriotisme, dan menghidupkan sang tokoh dalam keseharian kita, menjadikannya suri teladan dan panduan bagi para generasi penerus bangsa dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. 

Di akhir sambutanya, Panglima TNI menekankan tiga hal penting yaitu peningkatan profesionalitas TNI AL sebagai pengawal alutsista yang handal sesuai dengan fungsi, melaksanakan  tugas operasi dengan penuh tanggung jawab serta meningkatkan  kewaspadaan dan keselamatan baik personil maupun materiil. 

Halaman
12
Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved