Kasus Menghalangi Penyidikan Terhadap Novanto Berlanjut, Mantan Pengacara Jadi Tersangka?

Terlebih saat dia menyatakan, Setya Novanto benjol sebesar bakpao akibat kecelakaan menabrak tiang listrik.

Kasus Menghalangi Penyidikan Terhadap Novanto Berlanjut, Mantan Pengacara Jadi Tersangka?
KOMPAS.com
Tersangka kasus korupsi proyek pengadaan KTP Elektronik Setya Novanto tiba di Gedung KPK, Jakarta, Minggu (19/11/2017). Ketua DPR tersebut dipindahkan dari RSCM Kencana ke Rumah Tahanan KPK. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan kasus dugaan menghalangi penyidikan di korupsi e-KTP dengan tersangka Setya Novanto naik ke tahap penyidikan.

"Ya kalau proses lanjutan dari penyelidikan sudah dilakukan. Informasinya sudah naik ke penyidikan,‎" ucap Febri, Rabu (10/1/2018) dalam pesan singkatnya.

Dikonfirmasi soal kebenaran KPK menetapkan status tersangka pada mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi di dugaan menghalangi penyidikan?

Febri enggan menjawab gamblang.

Dia berjanji sore nanti akan menggelar konferensi pers terkait penyidikan dugaan menghalangi ‎penanganan kasus e-KTP dengan tersangka Setya Novanto.

"‎Sore ini akan diumumkan ‎secara resmi," terang Febri.

Terpisah, dikonfirmasi soal kabar status tersangkanya‎, apakah sudah menerima surat penetapan tersangka?

Fredrich mengaku belum menerima.

"Belum ada, tanyakan saja ke pengacara saya, Sapriyanto," singkat Fredrich.

Diketahui Fredrich pernah menjadi kuasa hukum Setya Novanto lalu mundur.

Nama Fredrich kian ‎tenar karena pernyataanya terus menyerang KPK.

Terlebih saat dia menyatakan, Setya Novanto benjol sebesar bakpao akibat kecelakaan menabrak tiang listrik.

Fredrich sendiri telah dicegah ke luar negeri oleh KPK sejak 8 Desember 2017 lalu hingga enam bulan kedepan.

Selain Fredrich, ‎tiga orang lain yang dicegah yakni Reza Pahlevi, M Hilman Mattauch, dan Achmad Rudyansyah. (*) 

Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved