Sugito Amini Dampak Gunung Agung Pengaruhi Bisnis LG di Bali
Sebab kondisi Gunung Agung yang bergejolak, hingga sempat erupsi beberapa waktu lalu sedikit tidaknya memengaruhi penjualan sejak November 2017.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Branch Manager LG Electronics Indonesia Cabang Bali, Sugito, mengamini adanya dampak kondisi Gunung Agung terhadap bisnis LG di Bali.
Sebab kondisi Gunung Agung yang bergejolak, hingga sempat erupsi beberapa waktu lalu sedikit tidaknya memengaruhi penjualan sejak November 2017.
“Yang paling banyak turun itu, produk-produk pada kategori low atau produk fast moving,” katanya kepada Tribun Bali, Selasa (9/1/2018).
Ia mengatakan efeknya ke grosiran juga, karena ada sub dealer di daerah Karangasem dan sekitarnya yang menghentikan dulu untuk mengambil barang.
“Penurunan untuk katagori low ini sekitar 30 persen,” sebutnya.
Secara spesifik, kata dia, produk yang turun adalah LTV katagori low.
“Untungnya LG sudah sejak lama fokus ke barang-barang middle high, sehingga dengan turunnya penjualan di katagori low ini masih bisa dicover oleh katagori middle dan high,” katanya.
Produk katagori low ini, jelas dia, seperti LED 22 inch hingga 32 inch.
Lanjutnya, untuk wilayah Karangasem kebanyakan dicover oleh dealer grosirnya.
Sehingga dari data dealer grosir ini, pengambilan menurun di daerah Karangasem karena naiknya status Gunung Agung.
Sementara untuk 2018 ini, pihaknya akan lebih fokus pada 3 produk yakni Oled TV, kulkas side by side instaview dan mesin cuci twinwash.
Sementara untuk strategi, pihaknya akan lebih gencar dalam marketing.
Baik itu ATL maupun BTL.
“Serta akan ada OLED dengan harga yang terjangkau Rp 20 juta untuk 55 inch,” sebutnya.
Ia menjelaskan, ATL dan BTL ini adalah promo dengan menggunakan media untuk marketing serta promo-promo di toko LG.
Sebab menurut survei, kemampuan konsumen untuk membeli TV big inch menurun.
Sementara dulu di tahun 2016, TV big inch dengan harga Rp 50 juta-Rp 75 juta masih banyak dibeli.
“Sekarang menurun di angka Rp 20 juta, mungkin juga ada kaitannya dengan aturan pajak yang baru,” katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/sugito_20180110_164225.jpg)