Oesman Sapta 'Dilengserkan' dari Ketum Hanura, Sekjen: Segala Tindakannya Tak Sah

Dia menjelaskan, keputusan pemberhentian OSO diputuskan di dalam rapat di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, Senin (15/1/2018).

Oesman Sapta 'Dilengserkan' dari Ketum Hanura, Sekjen: Segala Tindakannya Tak Sah
TRIBUN BALI/RAGIL ARMANDO
SERAH TERIMA - Penyerahan hasil Rapimnas yang salah satunya dukungan Hanura terhadap Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019 oleh Ketua SC Rapimnas I Hanura, Djafar Badjeber kepada Ketua Umum DPP Hanura, Oesman Sapta Odang pada penutupan Rapimnas di Hotel The Stone Kuta, Sabtu (5/8) malam. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Hanura, Sarifuddin Sudding, menegaskan Oesman Sapta Odang alias OSO sudah resmi diberhentikan sebagai Ketua Umum Hanura.

Sehingga, keputusan yang dibuat OSO setelah pemberhentian itu dinyatakan tidak sah.

Dia menjelaskan, keputusan pemberhentian OSO diputuskan di dalam rapat di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, Senin (15/1/2018).

Rapat tersebut dihadiri perwakilan 27 DPD, sekitar 400 DPC, unsur dewan pembina, dewan penasehat, dewan kehormatan dan unsur badan pengurus harian.

 
Baca juga: Ngeri, Anak Panah Menancap di Kepala Bocah SMP Ini, Kondisinya Mengkhawatirkan

"Segala tindakan (Oesman Sapta Odang,-red) yang mengatasnamakan partai itu tidak sah," tutur Sudding, di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, Senin (15/1/2018).

Sehingga, dia menilai, keputusan OSO di dalam rapat harian DPP Hanura di Hotel Manhattan, Jakarta, pada Senin siang, tidak berdasar.

Sebab, kata dia, OSO sudah diberhentikan terlebih dahulu.

"Iya tidak ada dasarnya, karena dia sudah dipecat. Tidak memiliki legitimasi lagi mengatasnamakan partai dalam mengambil suatu kebijakan. Saya kira beliau panik setelah kami mengambil keputusan tadi dia panik," tambahnya. (*) 

Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved