Liputan Khusus

11 Puskesmas di Denpasar Angkut Limbah Medis Dalam Kresek, Kadis Kesehatan Jelaskan Ini

Seluruh Puskesmas di Denpasar ternyata belum menerapkan sistem pengangkutan limbah medis secara aman.

11 Puskesmas di Denpasar Angkut Limbah Medis Dalam Kresek, Kadis Kesehatan Jelaskan Ini
Istimewa
Petugas dinas terkait menunjukkan sepeda motor Puskesmas yang mengangkut limbah medis secara sembarangan, belum lama ini. Pengangkutan limbah dari Puskesmas ke RS Wangaya itu menyalahi peraturan menteri. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Seluruh Puskesmas di Denpasar ternyata belum menerapkan sistem pengangkutan limbah medis secara aman.

Dari 11 Puskesmas di Kota Denpasar, ternyata semuanya belum menerapkan pengangkutan limbah medis sesuai dengan yang diamanatkan oleh Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) nomor 56 Tahun 2015 tentang Tata Cara dan Persyaratan Teknis Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Hal ini terungkap dari hasil survei Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar terhadap seluruh Puskesmas yang ada di Kota Denpasar.

Hasil survei DLHK Denpasar, 11 Puskesmas di Denpasar semuanya mengangkut limbah medis mereka ke tempat penampungan yakni di RSUD Wangaya, Denpasar.

“Cara pengangkutannya masih sembarangan. Cuma pakai tas keresek, dan diwadahi dengan tas seperti pedagang koran di samping kanan dan kiri gitu. Jadi belum sesuai dengan yang diamanatkan Permen,” kata sumber Tribun Bali di Pemkot Denpasar, awal Januari kemarin.

Dalam pasal 12 Permen LHK nomor 56 Tahun 2015 diatur bahwa pengangkutan limbah bahan berbahaya, dan beracun (B3) dilakukan menggunakan kendaraan roda empat dan roda tiga.

Sedangkan, seluruh Puskesmas di Denpasar ternyata mengangkut limbah medisnya menggunakan kendaraan roda dua.

“Kan kalau kecelakaan, bisa tercecer di jalanan kalau menggunakan roda dua,” ungkap sumber Tribun Bali ini.

Bukan cuma soal kendaraan, wadah limbah medis pun sebetulnya tidak diperkenankan hanya menggunakan tas macam pedagang koran keliling.

Dalam Permen LHK tersebut, saat pengangkutan limbah B3 harus menggunakan bak permanen dan tertutup di belakang pengendara.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved