Bayi Malang Yang Lahir Dari Perempuan Gangguan Jiwa di Toilet Buleleng Direlakan Untuk Diadopsi

Ketika ditanya siapa ayah dari cabang bayi itu, Muntamah selalu memberikan jawaban dengan nada yang ketus.

Bayi Malang Yang Lahir Dari Perempuan Gangguan Jiwa di Toilet Buleleng Direlakan Untuk Diadopsi
Tribun Bali / Ratu Ayu Astri Desiani
Bayi perempuan yang dilahirkan oleh Siti Muntamah sedang dirawat di ruang ICU RSUD Buleleng, Kamis (25/1/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA -  Bayi perempuan yang dilahirkan oleh wanita dengan gangguan jiwa, Siti Muntamah (35) kini diserahkan oleh pihak keluarga kepada Dinas Sosial Kabupaten Buleleng.

Keluarga Muntamah mengaku tidak mampu merawat bayi tersebut dengan alasan keterbatasan ekonomi. 

Pada Jumat (26/1/2018) siang, dua orang wanita terlihat mendatangi Polsek Kota Singaraja.

Mereka adalah Susanti (29) dan Kholifah (30) yang merupakan adik kandung Siti Muntamah.

Dihadapan petugas Susanti mengatakan, keluarga besarnya sudah sepakat untuk menyerahkan bayi tersebut kepada Dinas Sosial Kabupaten Buleleng.

Meski memiliki 10  saudara, mereka telah mengikhlaskan bayi tersebut untuk diadopsi oleh orang lain. 

Bayi perempuan yang dilahirkan oleh wanita dengan gangguan kejiwaan di kamar mandi umum wilayah Eks Pelabuhan Buleleng, sudah dipindahkan ke ruang perawatan biasa, di ruang NICU RSUD Buleleng pada Jumat (26/1) pagi
Bayi perempuan yang dilahirkan oleh wanita dengan gangguan kejiwaan di kamar mandi umum wilayah Eks Pelabuhan Buleleng, sudah dipindahkan ke ruang perawatan biasa, di ruang NICU RSUD Buleleng pada Jumat (26/1) pagi (Tribun Bali/Ratu Ayu)

"Kami serba terbatas dari segi ekonomi. Keluarga saya kebanyakan tinggal di luar Bali. Yang ada di sini (Buleleng,red) hanya saya, kakak saya (Muntamah dan Kholifah,red) serta ibu saya yang usianya sudah 70 tahun dan sakit-sakitan.Saya dengan Kholifah juga hidup serba kekurangan. Punya anak banyak, jelas Susanti lirih. 

Sebelumnya, kata Susanti, seluruh keluarga besarnya tahu jika Muntamah dalam keadaan mengandung.

Namun ketika ditanya siapa ayah dari cabang bayi itu, Muntamah selalu memberikan jawaban dengan nada yang ketus. 

"Kakak saya sering kok pulang ke rumah. Tapi hanya satu atau dua jam saja. Setelah itu kembali lagi ke Eks Pelabuhan Buleleng. Kami tidak tahu alasannya kenapa dia sering ke sana. Kami sudah berusaha mencegah agar tidak keluar rumah, namun selalu gagal. Karena saya juga sibuk ngurusin keluarga," imbuh Susanti. 

Halaman
1234
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved