Reaksi Tak Biasa Setya Novanto dengar Nama SBY Disebutkan dalam Sidang e-KTP

Menurut Setya Novanto, munculnya nama SBY yang juga Presiden RI ke-6 itu merupakan urusan Mirwan Amir dan SBY.

Reaksi Tak Biasa Setya Novanto dengar Nama SBY Disebutkan dalam Sidang e-KTP
(TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)
Terdakwa kasus korupsi pengadaan KTP Elektronik Setya Novanto menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (15/1/2018). Sidang tersebut beragenda mendengarkan keterangan saksi dari pegawai perusahaan penukaran mata uang asing (money charger) yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum KPK. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Terdakwa kasus dugaan korupsi proyek e-KTP, Setya Novanto (Setnov) mengaku kaget saat sidang sebelumnya, mantan anggota Badan Anggaran (Banggar) dari Demokrat, Mirwan Amir menyeret nama Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di persidangan.

"Iya saya baru tahu (di persidangan) kemarin kan dan saya kaget juga,"‎ ucap Setya Novanto di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (29/1/2018).

Baca: Sebut Ada Upaya Membuat Kondisi Jakarta Tak Stabil, Sandiaga: Jakarta Tidak Akan Diam dan Lengah

 
Atas disebutnya nama SBY, Setya Novanto mengaku enggan mencampuri hal tersebut di perkaranya.

Menurut Setya Novanto, munculnya nama SBY yang juga Presiden RI ke-6 itu merupakan urusan Mirwan Amir dan SBY.

"‎Wah saya engga ikut campur, itu urusan Pak Mirwan dengan Pak SBY. Karena ya waktu itu kan Pak Mirwan sebagai Wakil Ketua‎ di Partai Demokrat, mungkin Pak Mirwan lebih tahu daripada saya," ungkapnya.

Diketahui dalam sidang sebelumnya, ‎Kamis (25/1/2018) nama mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhyono (SBY) muncul dalam sidang lanjutan perkara dugaan proyek e-KTP, untuk terdakwa Setya Novanto.

Dalam sidang itu, ‎SBY disebut mempunyai tanggung jawab dalam program pelaksanaan proyek e-KTP.

Ini diawali dari pertanyaan anggota tim penasihat hukum Setnov, Firman Wijaya yang mempertanyakan kaitan proyek e-KTP dengan pemenangan Pemilu 2009, kepada saksi, Mirwan Amir.

Menjawab itu, mantan Wakil Ketua Banggar asal Demokrat tersebut mengakui bahwa proyek e-KTP memang program pemerintah yang saat itu dipimpin oleh SBY.

"‎Memang itu (proyek e-KTP) program dari pemerintah. (Waktu itu Presidennya) Susilo Bambang Yudhoyono," kata Mirwan saat bersaksi untuk terdakwa Setya Novanto.

‎Mirwan menjelaskan, saat itu dia mendapatkan masukan atau saran dari rekannya bernama Yusnan Solihin yang merupakan seorang pengusaha, bahwa proyek e-KTP bermasalah. Saran tersebut kemudian dilanjutkan oleh Mirwan Amir ke SBY.

"Iya (disampaikan langsung ke SBY). Di Cikeas (kediaman SBY)," terang Mirwan lagi.

Kemudian, SBY menanggapi saran dari Mirwan Kata Mirwan, SBY tidak menggubris adanya permasalahan e-KTP tersebut. SBY meminta kepada Mirwan untuk terus melanjutkan proyek itu karena akan menuju Pilkada. (*) 

Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved