Liputan Khusus

Jangan Cuek! Sisa Uang Denda Tilang Harus Diambil Sebelum Terlambat

Mungkin per individu, secara nominal uang itu dianggap tidak seberapa, padahal kalau diakumulasikan bisa banyak juga jumlahnya.

Jangan Cuek! Sisa Uang Denda Tilang Harus Diambil Sebelum Terlambat
Tribun Bali / I Nyoman Mahayasa
Tilang 

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Bali, Umar Ibn Khattab

TRIBUN-BALI.COM - Pertama, perlu saya jelaskan sedikit bahwa sistem e-tilang itu terintegrasi dengan Regident (Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor) serta Samsat, sehingga tidak ada transaksi langsung secara tunai antara publik dan penyelenggara pelayanan publik.

Jadi kalau publik (pelanggar) tidak mengambil SIM/STNK (yang disita petugas kepolisian saat kena tilang) karena tidak bisa membayar denda tilang, maka kendaraaannya akan diblokir sehingga tidak bisa membayar Samsat.

Jadi, sebetulnya sistem ini bagus untuk menghindari praktek pungli.

Baca: Sisa Uang Denda Tilang Warga Bali Numpuk di BRI Jumlahnya Capai Miliaran

Baca: BRI Bali Hanya Perantara, Sisa Uang Denda Tilang Tidak Bisa Langsung Dikembalikan ke Pelanggar

Kedua, persoalan sekarang adalah tentang ngendon atau tertumpuknya uang sisa titipan denda tilang di BRI.

Secara umum uang sisa titipan denda tilang itu tidak bisa diklaim sebagai milik BRI dan pihak-pihak lain, karena bukan pendapatan negara.

Dan saya pikir, karena ini bukan milik BRI dan pihak-pihak lain, maka sisa uang titipan tilang yang ngendon itu bisa diumumkan ke publik agar publik bisa mengetahui ada sisa uang titipan tilang yang bisa diambil.

Jadi, ini tidak terkait dengan aturan kerahasiaan bank.

Halaman
12
Penulis: Sunarko
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved