Begini Tips Petani Durian Asal Karangasem, Jangan Petik Durian Langsung Dari Dahannya

Menurut salah satu petani durian di Desa Selumbung, Kecamatan Manggis, Karangasem, Bali, Wayan Kerti, agar rasa durian tetap terjaga rasanya

Begini Tips Petani Durian Asal Karangasem, Jangan Petik Durian Langsung Dari Dahannya
Surya
Ilustrasi durian 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Durian merupakan buah yang berbau harum, dan rasanya legit di mulut.

Namun untuk menghasilkan durian yang berasa nikmat, ada hal yang perlu diperhatikan.

Menurut salah satu petani durian di Desa Selumbung, Kecamatan Manggis, Karangasem, Bali, Wayan Kerti, agar rasa durian tetap terjaga rasanya, durian tersebut tidak boleh dipetik langsung dari dahannya, melainkan ditunggu sampai matang dan jatuh.

"Tidak dipetik. Kalau dipetik rasanya nanti tidak enak. Kan pas dipetik bisa saja belum matang, lalu dimatangkan dulu, pasti rasanya tidak enak. Harus tunggu sampai matang dan jatuh sendiri baru enak rasanya," kata Kerti.

Selain rasanya tidak enak, kalau sering dipetik nanti duriannya kalau sudah matang tidak mau jatuh sendiri.

Bahkan kadang-kadang sampai kembang dan membusuk di pohonnya.

Selain itu, menurut kepercayaan yang sudah ia warisi, kulit durian tidak boleh dibakar.

"Habis makan, kulitnya jangan dibakar. Kalau dibakar, nanti saat berbuah berikutnya duriannya tidak bagus. Kebanyakan busuk isinya nanti," kata Kerti saat ditemui Jumat (2/1/2018) di rumahnya.

Dirinya bahkan pernah membuktikan hal itu. 

Dulu pernah ia membakar kulit duriannya, setahun kemudian berbuah kebanyakan isi durian miliknya busuk. (*)

Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved