Citizen Journalism

Apakah Kita Manusia Tuli di Kampung Hewani?

Jika kamu jadi hewan, apakah kamu akan hidup bersama seperti sekelompok gajah atau kamu hidup sendirian seperti seekor burung hantu?

Apakah Kita Manusia Tuli di Kampung Hewani?
Atta Verin
Bastly Village di Jogja 

Bagaimana dengan Si Burung Namdur; The Bowerbird?

Entah disengaja atau tidak, tapi penempatan “sarang burung” berbentuk kubah yang tepat di bagian depan, berdampingan dengan ruang tunggu pengunjung; membuat rasa penasaran pengunjung melambung.

Si Burung Namdur yang diperankan seniman penyandang down syndrome Joel Hartgen, setiap beberapa menit sekali tertawa keras sekali, sebagai satu-satunya suara penampil yang jelas didengar penonton.

Karena setiap pertunjukan hanya berlangsung singkat, tidak lebih dari 3 menit; maka tawa keras Joel berkali-kali didengar para pengunjung yang menunggu.

Kadang terdengar seperti tawa riang, kadang seperti tawa nyinyir, kadang diakhiri keluhan bernada sedih.

Juha Vanhakartano menjelaskan, betapa setiap penampil tidak pernah menampilkan pertunjukkan yang sama, masing-masing berimprovisasi tanpa batas untuk pertunjukan mereka yang dilakukan lebih dari 6 kali sehari, selama 3 hari berturut-turut.

Karena Beastly Village ini dibuka untuk kedua kalinya di tempat yang sama di Jogja (yang pertama 26-28 Januari lalu), maka bisa dibayangkan sudah berapa kali para aktornya berimprovisasi.

Beastly Village di Jogja
Beastly Village di Jogja (Atta Verin)

Tidak ada pertunjukan yang sama persis.

Maka rasanya sudah benar menyebut pertunjukan privat ini sebagai komunikasi dua arah.

Apalagi kita dilarang memotret pertunjukkannya; layaknya pertemuan kencan buta yang tak membolehkan selfie di awal pertemuan, kecuali kalau sudah jadian.

Halaman
1234
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved