Breaking News:

Citizen Journalism

Apakah Kita Manusia Tuli di Kampung Hewani?

Jika kamu jadi hewan, apakah kamu akan hidup bersama seperti sekelompok gajah atau kamu hidup sendirian seperti seekor burung hantu?

Editor: Kander Turnip
Atta Verin
Bastly Village di Jogja 

Kalau si Beast memberikan batu di penghujung tampilannya, si Burung Namdur yang sedang genit mencari jodoh ini memaksa saya menyimak “sampah” warna biru di sekelilingnya, bahkan mengambilkan dua diantaranya untuk diletakkan di tangannya.

Di akhir penampilannya, Joel yang tampil sebagai Burung Namdur mempesona itu mengambil telur dari bokongnya, memecahkannya di depan saya, dan mengeluarkan kertas bertuliskan “apakah telur itu awal atau akhir?”

Seiring tawa nyinyir Joel, semua akumulasi pertanyaan dari mural dan yang disajikan penampil menghantui kepala saya cukup lama.

Benar juga, saya tidak mampu membuat jawaban mudah dan
cepat.

Pat Rix; Direktur Artistik Tutti yang selalu tersenyum itu menjelaskan bahwa saya boleh memaknai pertunjukan di Kampung Beastly ini sebagai kampanye tentang hubungan manusia dan hewan di muka bumi ini.

The Collector, menurut Pat mengajak kita berpikir tentang keangkuhan kita pada hewan; siapakah kita ini sehingga kita merasa berhak mengoleksi hewan? Membunuh mereka untuk diawetkan dan disimpan?

Lalu bagaimana dengan The Bowerbird, si Burung Namdur yang mengoleksi plastik-plastik sampah berwarna terang bekas manusia?

Apakah berarti kita sama dengan Burung Namdur?

Mengoleksi untuk menarik perhatian lawan jenis?

Beastly sudah dipersembahkan oleh saudara-saudara tuli kita tanpa pesan apapun selain menjejalkan pengalaman berkomunikasi tanpa suara, seperti kaum tuli; dan harapan semoga kita bisa menjawab semua pertanyaan tentang cara kita hidup bersama hewan di muka bumi ini.

Namun saya ingin melabeli kekaguman saya pada konsep dan karya kolaborasi Beastly Village yang menyisakan keraguan di kepala saya ini dengan pertanyaan; jangan-jangan kita yang sudah tuli; tak mampu
mendengar semua pesan yang dikirimkan teman-teman sebumi kita itu? (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved