Serba Serbi

Kerauhan yang Terjadi di Bali Dianggap Indikator Kesuksesan Upacara, Benarkah?

Terjadi pergeseran diantaranya lunturnya adat budaya akibat kentalnya budaya

Kerauhan yang Terjadi di Bali Dianggap Indikator Kesuksesan Upacara, Benarkah?
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Penjaga kolam renang Lila Harsana, I Komang Sumadana kerauhan, Kamis (10/8/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Minggu (11/2/2018) siang bertempat di Gedung Wanita Shanti Graha, Jl. PB Sudirman Denpasar dilakukan seminar fenomena kerauhan jaman now. 

Seminar ini dilaksanakan oleh Pinandita Sanggraha Nusantara Korda Denpasar dengan menghadirkan empat narasumber yaitu Ida Pandita Mpu Jaya Acharyananda, dr. I Gusti Rai Putra Wiguna, I Gede Wayan Supanca Ariyasa, dan Komang Indrawan.

Dalam sambutan Ketua Panitia, Pinandita Dodi Aryantha, latar belakang seminar ini sesuai dengan visi dan misi Pinandita Sanggraha Nusantara dengan menjadikan pinandita yang profesional. 

Hal ini juga diawali dengan diskusi kecil.

Pinandita Sanggraha Nusantara karena melihat bahwa kurang adanya wadah untuk wana prasta mengembangkan kemampuan spiritualnya.

"Orangtua lebih disibuki ngempu cucu minim rohani. Sehingga terdorong membuat seminar fenomena kerauhan di jaman now. Tema ini menarik untuk segala usia," katanya.

Tujuan utama seminar ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan kerauhan bagi pinandita dan masyarakat secara umum untuk meningkatkan sradha kepada Ida Sang Hyang Widhi. 

Persiapannya dilaksanakan 6 hari yang diikuti 250 orang anggota dan undangan serta masyarakat umum.

Ketua Pinandita Sanggraha Nusantara Korda Denpasar, Pinandita Putu Gede Suranata, mengatakan seminar ini akan mencerahan kepada pinandita agar tahu mana yang benar dan keliru untuk penyempurnaan. 

Halaman
12
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved