Perayaan Imlek Jadi Ajang Pulang Kampung di Tabanan

Hilir mudik masyarakat di Klenteng Kong Co Bio, Jalan Mawar, Tabanan melakukan sembahyang Imlek atau Tahun Baru Cina 2569

Perayaan Imlek Jadi Ajang Pulang Kampung di Tabanan
Tribun Bali/I Made Argawa
Masyarakat yang merayakan Imlek sembahyang di Klenteng Kong Co Bio, Tabanan. Momen hari raya bagi warga keturunan Tionghoa itu juga menjadi kesempatan pulang kampung dan berkumpul dengan keluarga dan sahabat. 

TRIBUN-BALI.COM– Hilir mudik masyarakat di Klenteng Kong Co Bio, Jalan Mawar, Tabanan melakukan sembahyang Imlek atau Tahun Baru Cina 2569 berlangsung sejak Jumat (16/2/2018) pagi.

Sebagian besar warga Tabanan keturunan Tionghoa sembahyang di Klenteng yang telah berdiri sekitar tahun 1939.

Seorang warga asa Denpasar, Indri (56) sembahyang ke Klenteng Kong Co Bio bersama dengan empat anggota keluarganya sekaligus pulang kampung suaminya.

“Selesai sembahyang kami bisanya mengunjungi sahabat dan keluarga di Tabanan. Seperti pulang kampung. Meskipun Tabanan-Denpasar tidak jauh, tapi Imlek memberkan nuansa berbeda,” katanya, (16/2).

Ia menyebutkan, tidak setiap tahun keluarganya sembahyang Imlek di Tabanan. Kadang bersama keluarga sembahyang di Kongco Leng Gwan Kuta atau di Kongco Caow Eng Bio Tanjung Benoa.

“Tahun ini sembahyang di Tabanan. Meskipun semua keluarga di Denpasar, suami ingin berkunjung ke rumah sahabat dan keluarga di Tabanan,” terangnya.

Warga keturunan Tionghoa lain, Gatot Gunawan (52) mengatakan, kebanyakan yang datang sembahyang di Klenteng Kong Co Bio berasal dari Denpasar yang mulanya tinggal di Tabanan.

“Kamis (15/2/2018) malam lebih banyak yang datang sembahyang tutup tahun, sekarang persembahyangan hingga sore,” terangnya.

Pada tahun Anjing Tanah ini, dirinya berharap keberuntungan menyertai dan perekonomian lancar.

Seorang pengurus di Klenteng Kong Co Bio Tabanan, Lie Siong Jung mengatakan, tradisi Imlek dilakukan dengan persembahyangan dimulai Kamis (15/2/2018) sejak pukul 08.00 wita hingga puncaknya Jumat (16/2/2018) pukul 20.00 wita.

Dalam pemujaan itu mengantar Dewa Dapur menghadap Kaisar Langit. Sementara puncak acaranya tanggal 2 Maret di saat hari Chap Goh Mei.

"Tradisi Imlek lainnya yakni pembagian angpao. Biasa dilakukan di rumah-rumah. Angpao dibagikan kepada anak, cucu dan keluarga lainnya yang belum menikah," ujarnya.

Dijelaskan juga, awal masuknya warga keturunan Tionghoa di Tabanan sekitar tahun 1939 karena itu yang tertulis dalam prasasti yang ada di Klenteng Kong Co Bio.

Sejaka tahun itu didirikan Vihara dan Klengteng. Sejak itulah mulai berbaur dengan masyarakat Bali.

"Untuk masyarakat Cina yang ada di sini tergabung dalam Yayasan Kertayasa Tabanan. Anggotanya sekitar 2000 lebih. Yayasan tersebut membawahi pemakaman, suka duka kematian dan Klenteng Kong Co Bio," jelasnya pria berusia 55 tahun. (arg) 

Penulis: I Made Argawa
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved