Citizen Journalism

Kontes Anjing Bali, Dari Sisi Edukasi

Sebagian orang akan melihat dari sisi kecantikan, kepandaian dan kesehatan anjing Bali

Kontes Anjing Bali, Dari Sisi Edukasi
Tribun Bali/Widyartha Suryawan
Ilustrasi kontes anjing. 

TRIBUN-BALI.COM- Tanggal 25 Februari 2018 yang akan datang, Tribun Bali akan menggelar Bali Dog Festival (Kontes Anjing Bali).

Sebagian orang akan melihat dari sisi kecantikan, kepandaian dan kesehatan anjing Bali.

Namun, bila kita perhatikan kontes ini sarat dengan pendidikan atau edukasi bagi pemilik anjing Bali.  

Dari mana kita bisa melihat edukasi itu?

Dalam persyaratan bagi peserta kontes, kita bisa baca:

1. Bebas kutu dan penyakit kulit.

Mengapa anjing harus bebas kutu dan penyakit kulit? Marilah kita analogikan, apabila kita digigit nyamuk, kita pasti akan berusaha mengusir nyamuk tersebut, kemudian menggaruk bekas gigitan yang terasa gatal. Kutu (caplak / ticks) pada anjing tidak bisa diusir hanya dengan menggaruk kulit. Memang, anjing yang berkutu akan berupaya mengusir kutu dengan menggaruk bagian yang ada kutunya. Garukan yang keras sering menimbulkan luka pada kulit sampai mengeluarkan darah. Akibat ada darah di kulit, lalat datang bahkan bertelur di atas kulit. Yang terjadi selanjutnya, telur lalat menetas, menjadi larva dan menembus kulit, maka timbulah myasis (belatungan). Sering kali anjing harus dioperasi karena menderita myasis.

Caplak juga mengisap darah. Kalau jumlahnya banyak bisa menimbulkan kurang darah (anemia). Lebih parah lagi, caplak bisa menularkan parasit yang serang butir darah merah (erythrocyte) seperti babesiosis dan parasite yang serang butir darah putih (leucocyte) seperti ehrlichiosis.

Kutu anjing juga bisa menularkan penyakit pada manusia. Sebagai contoh penyakit lyme (ditemukan pertama kali di kota Lyme, Amerika) telah menyebar sampai ke Eropa dan beberapa negara lain. Mungkin sekali kasus penyakit lyme sudah ada di Indonesia, namun metoda diagnosis nya sulit. Gejala utama pada orang adalah radang sendi (arthritis), bisa dikelirukan dengan penyebab lain dari radang sendi.

Adakah penyakit kulit pada anjing yang menular ke manusia? Ada 2 penyakit kulit yang sering menular dari anjing ke manusia yakni kudis (scabies) yang disebabkan oleh parasit, dan ringworm yang disebabkan oleh jamur (fungus). Pada orang, kedua penyakit ini menimbulkan kegatalan dan mengganggu kecantikan.

Halaman
123
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved