Berita Banyuwangi

Kreativitas Komunitas Anak Muda Desa Patoman, Bikin Sinematografi untuk Gali Potensi Desa

Untuk menggali potensi desa, Komunitas anak muda Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi yang tergabung dalam Rumah Kreatif

Kreativitas Komunitas Anak Muda Desa Patoman, Bikin Sinematografi untuk Gali Potensi Desa
Istimewa/Surya
Komunitas anak-anak muda menggelar sinematografi untuk menggali potensi desa. 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Untuk menggali potensi desa, Komunitas anak muda Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi yang tergabung dalam Rumah Kreatif (RK) Mawar menggelar pelatihan sinematografi.

"Sejatinya setiap desa memiliki potensi dan keunggulannya masing-masing. Tinggal mengemas dan mempromosikannya. Makanya, kami menggelar pelatihan sinematografi untuk mengemas dan mempromosikan potensi-potensi yang ada di Patoman," ungkap Co-Founder RK Mawar Dani Ainurrofiq, Senin (19/2).

Di era digital seperti saat ini, berbagai potensi dapat digali dan dipromosikan melalui film dan foto.

"Kami buatkan film dan foto untuk potensi yang ada, baik dari potensi yang berupa produksi UMKM, maupun potensi dari bentang alam dan budaya yang ada," terangnya.

Ada dua materi yang menjadi fokus pelatihan tersebut. Pertama, adalah materi foto produk. Berbagai produk yang dihasilkan oleh masyarakat Desa Patoman dipotret semenarik mungkin.

Seperti halnya, kaos Osingnation, Coffee Boss, Nabily Bakeri, hingga Mie Pak Yus. Ada juga pengrajin gula merah dan pengrajin ukiran gamelan.

"Hasil dari produk tersebut nantinya akan coba kami pasarkan melalui market place dan media sosial yang sekarang sedang populer. Jadi, tak ada penghalang meski produksinya di desa, tapi bisa dipasarkan hingga tingkat global," harapnya.

Hal kedua yang dipotret adalah landskap alam dan budaya Patoman.

"Bentang alam yang terdiri dari kebun kelapa, persawahan dan pantai menarik untuk difilmkan. Begitu juga budayanya yang terdiri dari beragam suku dan hidup harmonis juga asyik untuk dikabarkan ke dunia," kata Dani.

Pelatihan tersebut mendatangkan dua pakar sinematografi dari Surabaya. Pertama adalah travel photography dan youtuber Aris Londho dan CEO Dapur Karya Dendis.

Keduanya memberikan bimbingan kepada 20 orang peserta yang berasal dari Desa Patoman dan sekitarnya.

Kegiatan yang baru pertama kali digelar tersebut, mendapat sambutan antusias dari para peserta.

"Saya sejak dulu ingin belajar bikin video. Alhamdulillah, sekarang ada kesempatan untuk belajar dan praktik langsung," kata salah seorang peserta, Choirul Anam

Co-Founder RK Mawar Ayung Notonegoro menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya untuk melakukan pemberdayaan desa. Selain menggali potensi desa, juga akan disemarakkan dengan berbagai pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).

"Kami menyiapkan berbagai kegiatan produktif. Mulai dari pelatihan, pengembangan SDM, kegiatan budaya, rumah baca dan lain sebagainya. Dengan semangat bersama, insyallah kami yakin, Patoman bisa," pungkasnya. (Haorrahman)

Editor: Ady Sucipto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved