Liputan Khusus

Perusahaan Pengirim Mahasiswa Bali Magang ke AS Mengungkap Fakta Mengejutkan, Astina: Ketat di Sana

Direktur Utama PT BDM, I Nyoman Gede Astina mengungkapkan, puluhan mahasiswa Bali yang pilih bertahan di AS usai magang dan bekerja ilegal,

Perusahaan Pengirim Mahasiswa Bali Magang ke AS Mengungkap Fakta Mengejutkan, Astina: Ketat di Sana
Net
Ilustrasi The Big Bend New York AS 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - PT Bali Duta Mandiri (BDM) adalah perusahaan yang selama mengantongi izin untuk mengirim mahasiswa Bali magang di luar negeri, termasuk Amerika Serikat (AS).

Direktur Utama PT BDM, I Nyoman Gede Astina mengungkapkan, puluhan mahasiswa Bali yang pilih bertahan di AS usai magang dan bekerja ilegal, karena ada  beberapa yang terpikat orang Bali atau WNI lainnya yang punya perusahaan di sana.

Mereka biasanya menawari para mahasiswa magang di tempat mereka untuk tetap tinggal dan bekerja di AS dengan iming-iming gaji yang menggiurkan.

Namun, risiko menjadi warga ilegal, pihak perusahaan di Amerika bisa saja bebas mau menggaji mereka sesuka hati alias tidak sesuai dengan yang ditetapkan oleh pemerintah Amerika.

"Jadi kalau misalnya digaji kecil atau diperlakukan seenaknya, ya itu salah mereka sendiri karena memilih jadi warga ilegal. Kalau mau menuntut, ke siapa? Kalau ke pemerintah di sana sama ya dengan menyerahkan diri dong," kata Astina.

Selain itu, risiko ketika bekerja di AS secara ilegal, lanjut Astina, mereka akan dikejar-kejar oleh pihak Imigrasi. Apabila ditangkap, mereka bakal diproses di pengadilan.

"Kemudian pemerintah Amerika akan mem-black list mereka masuk ke negaranya. Jadi ketika mau ke sana lagi tidak bisa terbit visanya. Ditolak terus karena sudah masuk black list (daftar hitam)," kata Astina.

Meskipun pihak PT BDM sudah memiliki data mahasiswa yang magang ke luar negeri secara lengkap, namun mereka yang sengaja menjadi warga ilegal di luar negeri biasanya langsung menutup akses komunikasi dengan pihak sekolah atau PT BDM.

"Dihubungi pun tidak bisa mereka. Dalam hal Ratih, misalnya, semua di-close, di-cut saat dihubungi ketika dia sudah selesai magang. Kalau kami hubungi orangtua para mahasiswa yang gak pulang itu, mereka biasanya bilang tidak tahu. Ya karena orangtua mereka terkesan seperti mendukung. Mumpung di sana, ya cari duit dulu," ungkap Astina.

Dikatakan, pihak STPBI dan PT BDM belakangan ini sudah berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal (Konjen) Amerika untuk mencari solusi agar jumlah mahasiswa magang tidak semakin banyak yang bandel.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved