32 Turis Prancis Menangis Ditinggal Pesawat, Gara-gara Terjebak Macet Parah di Tugu Ngurah Rai

Bahkan kemacetan parah pada Senin (19/2) malam menyebabkan 32 turis asal Prancis ketinggalan pesawat.

Tribun Bali/Nyoman Mahayasa
Kemacetan panjang terjadi di Jalan Bypass Gusti Ngurah Rai, Tuban, Badung, Selasa (20/2) petang. Kemacetan parah saban hari ini sebagai dampak proyek underpass Tugu Ngurah Rai. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Kemacetan yang ditimbulkan proyek pembangunan underpass Tugu Ngurah Rai di Tuban, Kabupaten Badung, semakin parah.

Bahkan kemacetan parah pada Senin (19/2) malam menyebabkan 32 turis asal Prancis ketinggalan pesawat.

Baca: Pemain Bali United Ini Unggah ‘Matur Suksma’ Ditengah Kabar Eliminasi Dari WCP

Baca: Begini Padatnya Kendaraan di Bundaran Ngurah Rai, Atur Waktu Agar Tak Terlambat ke Bandara!

Dari informasi yang diperoleh Tribun Bali, rombongan wisatawan asal Prancis ini terjebak macet saat hendak menuju Bandara Internasional Ngurah Rai.

Bahkan, wisman yang bergerak dari arah Nusa Dua ini sempat panik dan menangis lantaran tak bisa berbuat apapun untuk bisa mencapai bandara.

Peristiwa ini sempat diposting di media sosial facebook oleh akun bernama Wayan Gama Gama, Selasa (20/2).

Postingan itu pun jadi viral dan mendapat respon sangat banyak dari warga net.

Pesawat melintas di atas Jl. By Pass Ngurah Rai, Tuban, Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (12/2/2017) meski penerbangan sudah dibuka pada Rabu (29/11/2017) sore . hingga kini Lalu Lintas Penerbangan di Bandara Ngurah Rai terlihat Menurun dari sebelumnya. akibat erupsi gunung agung yang sempat mengganggu jalannya penerbangan.
Pesawat melintas di atas Jl. By Pass Ngurah Rai, Tuban, Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (12/2/2017) meski penerbangan sudah dibuka pada Rabu (29/11/2017) sore . hingga kini Lalu Lintas Penerbangan di Bandara Ngurah Rai terlihat Menurun dari sebelumnya. akibat erupsi gunung agung yang sempat mengganggu jalannya penerbangan. (Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa)

Kepala Dinas Pariwisata Badung, I Made Badra, pun mengaku sudah mendengar informasi tersebut. Namun dirinya belum mengetahui jelas duduk peristiwanya lantaran masih berada di luar negeri.

“Iya saya sudah dengar, tapi saya belum mengetahui persis kejadiannya karena masih berada di Australia,” ujarnya saat dihubungi, Selasa kemarin.

Atas kejadian ini, Badra menyalahkan agen perjalanan karena tidak cermat dengan jalur menuju bandara. Padahal mereka sudah tahu ada pekerjaan konstruksi underpass.

Kedepan, para agen perjalanan juga diminta untuk mengingatkan para tamunya bahwa dua jam sebelum boarding harus sudah berada di bandara.

“Agen yang menangani juga harus cermat dengan jalur menuju bandara mengingat ada pekerjaan konstruksi underpass,” katanya.

Dia pun menyayangkan kejadian tersebut, dan menyampaikan permohonan maaf, “Kami atas nama Pemkab Badung mohon maaf, kedepan kami tingkatkan pelayanan,” ujarnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved