Serba Serbi

Bhatara Kala Selalu Dilambangkan Dengan Sosok yang Menyeramkan, Kenapa?

Tidak ada yang bisa mengembalikan waktu, satu detik jarum jam berlalu, itu adalah masa lalu dan tidak bisa dikembalikan lagi.

Bhatara Kala Selalu Dilambangkan Dengan Sosok yang Menyeramkan, Kenapa?
Tribun Jogja
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Di Bali, kenapa Bhatara Kala selalu dilambangkan dengan sosok yang seram?

Itulah salah satu pertanyaan yang mungkin ada di benak kita semua, khusunya orang Bali.

Seorang pembaca lontar, I Putu Eka Guna Yasa, Staf Perpustakaan Lontar Universitas Udayana, mencoba menjawab pertanyaan itu.

“Ini sangat ideologis jawabannya. Kala itu kan artinya waktu. Waktu itu sangat ditakuti dalam masyarakat Bali. Waktu itu memakan segalanya yang hidup di dunia ini,” kata Guna.

Tidak ada yang bisa mengembalikan waktu, satu detik jarum jam berlalu, itu adalah masa lalu dan tidak bisa dikembalikan lagi.

Jadi salah satu anugerah yang diberikan Siwa kepada Bhatara Kala itu adalah memakan segala sesuatu yang ada di dunia ini.

“Bhatara Kala juga memainkan perananan Siwa dalam daur hidup manusia. Kalau manusia hidup terus akan sangat berbahaya bagi kelangsungan ekosistem. Jadi Ida juga memiliki peran mrelina (mengakhiri) sama seperti Ayah Ida, yaiutu Bhatara Siwa,” imbuh Guna.

Ia juga mengatakan bahwa segala sesuatu yang tidak pernah kembali di dunia ini adalah kala (waktu).

Tidak bisa tawar menawar dengan waktu.

“Kita tidak bisa sama sekali bernegosiasi dengan umur. Setiap detik umur kita bertambah dan kematian semakin dekat. Bagaimana caranya mengembalikan satu menit dua menit yang telah berlalu? Kita didunia ini adalah bebotoh waktu,” tutupnya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved