Lomba Ngelawar, Prani Dan Sate Renteng, Ajegkan Kebudayaan Bali Sejak Dini

Lomba ini diikuti oleh 20 SMP Negeri dan Suasta se-kota Denpasar, yang merupakan program dari Wali Kota Denpasar

TRIBUN BALI / I Kadek Supriadi
Lawar- hidangan lawar, prani dan sate renteng milik salah satu peserta, dalam lomba ngelawar di Dinas Kebudayaan Kota Denpasar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Lomba ngelawar, prani (sesajen berisi nasi, lawar dan buah yang dihaturkan sebelum dimakan) dan sate renteng (persembahan berupa barisan sate lilit dan sate tusuk) tingkat SMP se-kota Denpasar diadakan di Kantor Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Bali, Jumat (23/2/2018).

Lomba ini merupakan serangkaian kemeriahan HUT Kota Denpasar yang ke 230.

Adapun kriteria penilaian dari para dewan juri adalah kreatifitas, keserasian tata hidang, kerapian, rasa dan kebersihan saat membuat lawar, prani dan sate renteng.

Lawar
Lawar (TRIBUN BALI / I Kadek Supriadi)

Lomba ini diikuti oleh 20 SMP Negeri dan Swasta se-kota Denpasar, yang merupakan program dari Wali Kota Denpasar dalam pelestarian budaya sejak dini.

I Gede Ranura salah satu juri mengatakan, lomba ini bertujuan melestarikan budaya dan mengenalkan usaha ekonomi kerakyatan program Wali Kota Denpasar, khususnya pada masa anak-anak.

"Semoga lomba ini dapat menumbuhkan jiwa kreativitas dan pelestarian budaya para siswa SMP sehingga keajegan Bali tetap terjaga," ujarnya.(*)

Penulis: I Kadek Supriadi
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved