Kedai Kopi Starbucks Berencana Hapus 200 Produknya, Alasannya Penjualan Tahun 2017 Lalu Lesu

Starbucks kini memegang prinsip “lebih sedikit lebih baik”. Dalam waktu dekat, Starbucks tidak akan lagi menjual aneka macam produk di gerainya.

Kedai Kopi Starbucks Berencana Hapus 200 Produknya, Alasannya Penjualan Tahun 2017 Lalu Lesu
Starbucks cokelat pisang di Jepang. (Insider) 

TRIBUN-BALI.COM, NEW YORK – Peritel Starbucks tengah berbenah agar tidak semakin terlibas kelesuan ritel.

Starbucks kini memegang prinsip “lebih sedikit lebih baik”. Dalam waktu dekat, Starbucks tidak akan lagi menjual aneka macam produk di gerainya.

Starbucks memilih untuk menjual produk tertentu saja yang dianggap potensial menghasilkan pundi-pundi.

Bukan tanpa sebab jika Starbucks mesti mengubah konsep seperti itu.

Berkaca pada penjualan akhir tahun 2017, Starbucks kurang mampu menunjukkan taringnya sebagai kedai kopi tersohor dunia.

Pertumbuhan penjualan Starbucks hanya sebesar dua persen, jauh dari raihan beberapa tahun sebelumnya yang bisa mencapai dua digit.

Chief Executive Officer Starbucks Kevin Johnson menilai, rendahnya penjualan tersebut disebabkan ogahnya konsumen melirik suvenir khusus akhir tahun dan penawaran khusus yang ditawarkan Starbucks.

Karena itu, Starbucks kini lebih selektif dalam menjajakan produk-produknya.

Peritel asal Negeri Paman Sam itu berniat menghapus 200 produk, atau 30 persen dari jenis barang dagangan mereka.

Apa tujuannya? Tak lain agar manajemen dapat lebih mudah menambah atau menghapus produk sesuai kebutuhan pasar.

Halaman
12
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved