Kedai Kopi Starbucks Berencana Hapus 200 Produknya, Alasannya Penjualan Tahun 2017 Lalu Lesu

Starbucks kini memegang prinsip “lebih sedikit lebih baik”. Dalam waktu dekat, Starbucks tidak akan lagi menjual aneka macam produk di gerainya.

Kedai Kopi Starbucks Berencana Hapus 200 Produknya, Alasannya Penjualan Tahun 2017 Lalu Lesu
Starbucks cokelat pisang di Jepang. (Insider) 

Starbucks menjadi tidak terbebani oleh hal-hal yang tidak disukai konsumen.

"Upaya penyederhanaan ini bakal meningkatkan fokus kami dan mengurangi kompleksitas operasional di toko kami," ungkap Chief Financial Officer Starbucks Scott Maw, seperti dikutip Fortune, Sabtu (24/2/2018).

Starbucks(Shutterstock) Untuk diketahui, langkah mengurangi variasi produk menjadi lazim dilakukan peritel dewasa ini.

Selain Starbucks, toserba Target juga melakukan hal serupa. Sudah dua tahun ini Target berupaya mengecilkan berbagai ukuran, rasa, dan bahkan merek di rak toko mereka. Itu ditempuh sebagai bagian dari upaya mereka mengintegrasikan toko konvensional dengan e-commerce.

Bagaimana pun, era menyulitkan konsumen dengan pilihan tak berujung dalam toko telah berakhir.

Seperti dikatakan mantan CEO Procter & Gamble (P&G) A.G. Lafley beberapa tahun silam,” (dengan menyajikan terlalu banyak produk) Kamu hanya menyia-nyiakan waktu konsumen”.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mencoba Bangkit, Starbucks Hapus 200 Produk...", 
(Haris Prahara)

Editor: Ady Sucipto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved