Banjar di Kota Denpasar Diharapkan Sisihkan Tempat 1 Are Untuk Anak

Sebenarnya apa yang diharapkan sudah ada lewat TK yang meminnjam tempat di banjar, dan tinggal dikembangkan.

Tribun Bali / Putu Supartika
Seminar Konfensi Hak Anak dan Ruang Bermain Ramah Anak, di Gedung Sewaka Mahottama Graha Sewaka Dharma Lumintang, Senin (26/2/2018) pagi. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Menurut Sekda Kota Denpasar, AAN Rai Iswara dalam seminar nasional Konfensi Hak Anak dan Ruang Bermain Ramah Anak, di Gedung Sewaka Mahottama, Graha Sewaka Dharma Lumintang, Senin (26/2/2018) pagi, untuk meningkatkan predikat kota layak anak yang disandang Kota Denpasar, pihaknya akan memenuhi kebutuhan rumah bermain ramah anak. 

"Setiap kantor, taman, lapangan, harus ada tempat bermain ramah anak. Nanti masing-masing banjar akan kita imbau utuk membuat rumah bermain ramah anak," kata Rai Iswara.

Adapun kriteria yang harus dipenuhi saat membuat rumah bermain ramah anak, yaitu ada unsur pendidikan, kesehatan, dan bisa memacu motorik anak. 

"Di banjar kami sudah minta Pak Camat untuk inventarisasi. Setidak-tidaknya ada pilot projek satu di tingkat desa," kata AAN Rai Iswara. 

Ia mengatakan, sebenarnya apa yang diharapkan sudah ada lewat TK yang meminnjam tempat di banjar, dan tinggal dikembangkan.

"Kita himbau banjar secara swadaya juga ikut membuat rumah bermain ramah anak. Ketimbang anak-anak bermain ke luar banjar kenapa banjarnya tidak dijadikan tempat bermain anak. Sisihkan 1 are saja untuk main anak-anak," katanya.

Selain itu, Kabid KPPA, Ida Ayu Nyoman Candrawati, di Bali tahun 2017 ada empat kabupaten/kota yang telah memenuhi kualifikasi layak anak.

"Kabupaten itu adalah Denpasar, Gianyar, yang ada pada kategori nindya dan Kabupaten Buleleng dan Negara pada kategori pratama," kata Candrawati.

Selain itu ada empat kabupaten yang mendapatkan akselerasi akta kelahiran yaitu Denpasar, Negara, Buleleng, dan Gianyar.

Sementara itu, ada dua puskesmas di Bali yang mendapat predikat layak anak yaitu Denpasar, dan Gianyar. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved