Empat Remaja Racuni Anjing di Wilayah Dalung, Akui Anjing Itu Akan Dibawa ke Warung RW Ini

Hingga saat ini polisi masih melakukan pemeriksaan guna mendalami motif yang digunakan para pelaku tersebut

Empat Remaja Racuni Anjing di Wilayah Dalung, Akui Anjing Itu Akan Dibawa ke Warung RW Ini
Ilustrasi. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA- Empat orang remaja diamankan Unit Reskrim Polsek Kuta Utara lantaran sebagai pelaku peracunan anjing di wilayah Badung.

Hingga saat ini polisi masih melakukan pemeriksaan guna mendalami motif yang digunakan para pelaku tersebut.

Menurut informasi yang diperoleh, empat  pelaku tersebut diantaranya berinisial BD, L, BS, BA, yang semuanya saat ini masih berusia remaja atau dibawah umur.

Motif yang digunakan pelaku adalah anjing yang usai diracuni diserahkan atau dijual kepada pengusaha warung makanan RW daging anjing di kawasan Panjer, Denpasar.

"Ada empat orang yang kami amankan, semua masih remaja. Saat ini masih kami dalami lagi keterangannya," kata Kapolres Badung, AKBP Yudith Satriya Hananta, Senin (26/2/2018). 

Yudith melanjutkan, penangkapan empat remaja tersebut berawal dari adanya informasi dari masyarakat terkait adanya pelaku pencurian atau peracunan anjing di wilayah Dalung, Kuta Utara, Senin (26/2/2018) sekitar pukul 02.30 Wita. 

Saat itu, warga setempat yang memergoki para pelaku ini hingga sempat kejar-kejaran ke wilayah Sempidi, Mengwi dan berhasil kabur.

Namun, meskipun berhasil kabur, ternyata para pelaku ini meninggalkan dua sepeda motornya di wilayah Sempidi.

Pada salah satu sepeda motor, juga ditemukan dua bangkai anjing berwarna coklat dan putih yang masih berlumuran darah dan ditemukan dua buah pisau dapur. 

Perwira asal Buleleng ini menyebutkan, dari hasil pemeriksaan awal, para pelaku ini mengaku bahwa mereka melakukan hal tersebut lantaran sejumlah anjing merupakan anjing liar. 

Kemudian, kata dia, sejumlah anjing tersebut rencananya akan diserahkan atau dijual kepada para pengusaha warung makanan RW daging anjing di kawasan Panjer, Denpasar. 

Kapolres menyatakan, hingga diamankannya pelaku masih belum ada laporan terkait kehilangan anjing peliharaan.

Sehingga akan terus dilakukan penyelidikan lebih lanjut dan ditambah dengan keterangan saksi-saksi yang ada.

“Kami masih selidiki lebih lanjut, karena sampai saat ini masih belum ada laporan tentang adanya kehilangan anjing," terangnya.(*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved