Gagal Registrasi Ulang karena NIK Tak Terdaftar? Ini Solusi dari Telkomsel

Pantauan Tribun Bali, puluhan masyarakat Kota Denpasar hari ini telah mengantre di Grapari Telkomsel hendak melakukan registrasi ulang.

Tribun Bali / Fauzan Al Jundi
Suasana masyarakat sedang antri melaukan regristrasi ulang Kartu SIM di Grapari Telkomsel, Jalan Raya Puputan, Renon, Denpasar Selatan, Bali, Rabu (28/2/2018) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pihak Telkomsel menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk melakukan registrasi ulang kartu SIM karena hari ini adalah batas terakhir melakukan pendaftaran ulang.

Pantauan Tribun Bali, puluhan masyarakat Kota Denpasar hari ini telah mengantre di Grapari Telkomsel,  Jalan Raya Puputan, Renon, Denpasar Selatan, Bali, hendak melakukan registrasi ulang.

Di hari terakhir pendaftaran ulang, Grapari tetap buka seperti biasa, hingga Pukul 17.00 Wita.

Siang tadi, masih banyak yang gagal saat mendaftar melalui SMS.

Seperti karena nomer NIK tidak terdaftar.

Atas hal tersebut, pihak Telkomsel menyarankan registrasi ulang dengan langsung daftar ke Grapari Telkomsel dengan membawa KTP atau KK.

General Manager Eksternal Corporate Communications Telkomsel, Denny Abidin mengatakan, pihaknya menyarankan masyarakat datang langsung ke Grapari apabila menemui kendala saat pendaftaran.

"Telkomsel mengimbau kepada pelanggang untuk tetap melakukan registrasi melalui chanel resmi, baik melalui sms maupun datang langsung ke Grapari," kata Denny Abidin, Rabu (28/2/2018).

Seperti ketentuan Kominfo, apabila masyarakat tidak mendaftarkan kembali kartunya dan melebihi batas waktu yang telah ditentukan akan dikenankan sanksi yakni pemblokiran secara bertahap.

"Terkait kebijakan pemblokiran layanan, kami akan mengacu kepada ketentuan yag ditetapkan oleh Kominfo. Sebagai perusahaan yang patuh pada peraturan, Telkomsel mebghormati dan mematuhi semua proses tersebut," tutupnya.

Tahap pemblokiran dari Kominfo ada empat tahap yakni, tahap pertama pada tanggal 1-30 Maret 2018 belum dilakukan tahap pemblokiran layanan.

Tahap kedua, 31 Maret-14 April 2018 berupa pengurangan layanan SMS dan telepon keluar kecuali untuk SMS ke 4444.

Tahap ketiga, 15-29 April berupa pemblokiran SMS dan telepon keluar masuk.

Tahap keempat, setelah 30 April 2018 berupa pemblokiran seluruh layanan termasuk Internet hanya bisa SMS ke 4444 untuk registrasi. (*)

Penulis: Fauzan Al Jundi
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved