Beli Koran Bekas Seribu Rupiah Per Kilogram Hasilnya Capai Ratusan Ribu, Ini Cara Ketut Yudi

Ia mengatakan untuk menjual kerajinannya ini gampang, akan tetapi membuatnya lumayan sulit.

Beli Koran Bekas Seribu Rupiah Per Kilogram Hasilnya Capai Ratusan Ribu, Ini Cara Ketut Yudi
Tribun Bali / Putu Supartika
Ketut Yudi Mahendra menunjukkan hasil karya dari koran bekas. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Sejak pagi, Kamis (1/3/2018) stand DLHK Kota Denpasar yang ada di Pameran Gelar Inovasi Layanan Publik tahun 2018 serangkaian HUT Kota Denpasar ke-230 yang terletak di Taman Kota Lumintang, Denpasar, ramai dikunjungi oleh pengunjung.

Pasalnya di stand tersebut terdapat hasil kerajinan berbahan dasar limbah koran dan plastik.

Kerajinan ini adalah hasil karya dari kelompok Bengkel Kreatif Pagan Asri yang berlokasi di jalan Ratna Denpasar.

Menurut pendiri Bengkel Kreatif Pagan Asri yang juga kepala lingkungan Pagan Kaja Desa Sumerta Kauh, Ketut Yudi Mahendra, usaha ini telah dimulai sejak tahun 2013.

"Kita ingin memanfaatkan koran bekas atau sampah bekas makanan untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomis sekaligus menjaga lingkungan," kata Mahendra.

Dengan menggunakan koran yang dilinting kecil dan padat lalu disambung ia membuat bokor, tempat dupa, tempat pensil dan lain-lain.

Selain itu, dari bekas bungkus detergen maupun makanan ia membuat kerajinan tas dengan sistem jarit.

Harga yang ditawarkan dari kerajinan ini juga sangat bervariasi mulai dari Rp 3 ribu untuk bros hingga Rp 400 ribu untuk bokoran. 

Sedangkan harga tas bervariasi dari Rp 50 ribu hingga Rp 165 ribu. 

Ia mengatakan untuk menjual kerajinannya ini gampang, akan tetapi membuatnya lumayan sulit. 

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved