Jarang Diketahui, Ini Delapan Jabatan Senapati Saat Masa Pemerintahan Raja Jayapangus di Bali

Kata senapati berasal dari bahasa sansekerta yaitu sena yang berarti tentara dan pati berarti raja.

Tribun Bali/ Rizal Fanany
Suasana di kawasan lapangan Puputan Badung, Denpasar, Bali, Rabu (9/3/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Berdasarkan buku ‘Terjemahan Prasasti-Prasasti Bali Abad XII ke Dalam Bahasa Indonesia’ yang disusun oleh tim penyusun purana Pura Silayukti, Pengumpulan Purana Pura Agung Besakih dan Terjemahan Prasasti Bali Abad XII.

Pada halaman 13, disebutkan bahwa Raja Jayapangus merupakan raja yang memerintah kerajaan Balidwipamandalan (Bali) setelah Raja Ragajaya.

Jayapangus diperkirakan memerintah Bali saat berumur 17 tahun yaitu sekitar tahun 1076 Saka/ 1171 masehi.

Ia memerintah selama 26 tahun dan menyerahkan tahtanya saat berumur 43 tahun kepada Eka Jaya Lancana.

Dalam pemerintahannya, sedikitnya menurut buku tersebut ada delapan jabatan senapati.

Kata senapati berasal dari bahasa sansekerta yaitu sena yang berarti tentara dan pati berarti raja.

Jadi senapati merupakan pemimpin tentara, akan tetapi dalam buku ini juga dijelaskan bahwa kedudukan senapati pada jaman Bali kuno dapat dibandingkan dengan punggawa pada jaman kerajaan Gelgel dan Klungkung yang juga bertugas memutuskan perkara.

Kedelapan senapati tersebut (dikutip dari Goris, 1948; Atmaja, 1972; Semasi Astra, 1997; Tara Wiguna, 1995) yaitu sebagai berikut.

1.       Senapati Balimbunut dijabat oleh Pu/Mpu Anakas

2.       Senapati Dinganga dijabat oleh Pu Anglawung yang kemudian digantikan oleh Pu Udasina atau Wudasina.

Halaman
12
Penulis: Putu Supartika
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved