Nyoman Nadiawan Syok Lihat Namanya Terpampang di Baliho, Terkena Sanksi Kasepekang

Saking emosinya, sempat timbul niat Nadiawan untuk merobek baliho berukuran raksaksa itu.

Nyoman Nadiawan Syok Lihat Namanya Terpampang di Baliho, Terkena Sanksi Kasepekang
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Papan himbauan berisikan 19 daftat nama warga Desa Bebetin yang terkena sanski kasepekang. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Kekecewaan menyelimuti raut wajah Nyoman Nadiawan (35). 

Pria asal Banjar Dinas Bengkel, Desa Bebetin, Kecamatan Sawan, Buleleng ini mengaku syok ketika mengetahui bahwa namanya turut dicantumkan oleh aparat desa,  sebagai warga yang terkena sanksi kasepekang.

Alasannya, dia termasuk salah-satu warga yang belum melunasi utang di LPD desa setempat. 

Saking emosinya, sempat timbul niat Nadiawan untuk merobek baliho berukuran raksaksa itu.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai sopir itu mengaku kesal, lantaran dirinya merasa sama sekali tidak pernah menikmati dana pinjaman di  LPD Bebetin.

"Syok sekali. Saya dengar kabar bahwa nama saya tercantum di baliho itu dari tetangga. Saya tidak pernah menikmati pinjaman uang LPD, kok nama saya dicamtumkan di sana.  Kepingin sekali saya robek baliho itu," keluhnya dengan nada kesal, rabu (28/2/2018). 

Dijelaskan Nadiawan, sejatinya peminjam dana di LPD tersebut dilakukan oleh Gede Agus Widiadnyana (31), yang tidak lain adalah sepupunya.

Peminjaman dilakukan pada tahun 2013 silam, dengan jaminan yang diberikan adalah BPKB motor yang memang adalah milik Nadiawan.

"Ya saat meminjam memang ada tanda tangan saya. Dapat pinjaman Rp 6 juta dan itu dipakai untuk acara tiga bulanan anak dari sepupu saya," ungkap Nadiawan. 

Nadiawan pun mengaku heran, lantaran pihak desa adat tetap bersikukuh mencantumkan namanya, padahal dirinya bukan sebagai pengguna dana.

Halaman
123
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved