Nyoman Nadiawan Syok Lihat Namanya Terpampang di Baliho, Terkena Sanksi Kasepekang

Saking emosinya, sempat timbul niat Nadiawan untuk merobek baliho berukuran raksaksa itu.

Nyoman Nadiawan Syok Lihat Namanya Terpampang di Baliho, Terkena Sanksi Kasepekang
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Papan himbauan berisikan 19 daftat nama warga Desa Bebetin yang terkena sanski kasepekang. 

Hanya dipinjam nama saja.

Sepengetahuan Nadiawan, sepupunya itu pun sejatinya sudah berulang kali membayar bunga pinjaman hingga utang kini tersisa sekitar Rp 4,3 juta. 

Bahkan, sepupunya juga sudah datang dan berulang kali meminta kepada pengurus LPD Bebetin agar tidak mencantumkan namanya dalam catatan hitam kredit macet tersebut.

Melihat fakta itu, Nadiawan pun berencana dalam waktu dekat akan menemui pengurus desa adat untuk meluruskan hal tersebut.

"Saya akan temui aparat desa. Biar lurus semuanya," singkatnya. 

Sementara itu, Ketua Tim Penyehatan LPD Desa Bebetin Made Widiarta, menjelaskan sanksi kasepekang sejatinya dapat dicabut asalkan 19 orang debitur telah melunasi seluruh utang-utangnya.

Namun, bila para debitur tersebut tidak melakukan pelunasan, maka sanksi kasepekang itu hanya berlaku hingga satu tahun lamanya.

Artinya, Desa Adat Bebetin akan kembali menggelar perarem (rapat adat, red) dengan berbagai komponen masyarakat untuk menentukan langkah berikutnya. 

“Kita berlakukan sanksinya dulu selama satu tahun. Setelah itu jika tetap tidak ada pembayaran, maka kita kembali menggelar perarem. Keputusannya tergantung perarem nanti. Itu harus proses musyawarah,” ucapnya. 

Mantan Kadisperindag Buleleng yang pensiun sejak 2012 ini menjelaskan, meski sedang terkendala kredit macet, namun pelayanan LPD Desa Bebetin terhadap masyarakat hingga kini  masih berjalan lancar.

Halaman
123
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved