Breaking News:

Komisi III Teruskan Aspirasi Soal Pelegalan Ganja, Kapolda Sebut Bali ke Depannya Bisa Rusak

Demsond dalam audiensi dengan Kapolda Bali menyatakan pelegalan ini adalah bentuk dari aspirasi masyarakat.

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
higherperspective.com
Ilustrasi Ganja kering 

Namun, sambung dia, bahwa kultur budaya ini tidak cocok di Bali seperti disampaikan Kapolda Bali.

Sehingga undang-undang itu tidak perlu dibahas kembali.

Ia menegaskan, bahwa hal yang terlontar ini adalah usulan masyarakat, yang memikirkan bahwa orang Indonesia banyak berjudi di Singapura.

Dan kenapa tidak dibuat di Indonesia saja.

"Sehingga kami sengaja untuk mengkonter pemikiran liar itu yang langsung disampaikan ke Bali dan ternyata tidak cocok,” ungkapnya tegas.

Kapolda Golose tegas menolak usulan itu karena saat ini 60,9 persen dari pengguna dan pelaku narkoba adalah warga lokal.

"Mewakili Polda Bali dan atas nama pemangku kepetingan masalah penegakkan hukum, tentu tidak setuju terhadap wacana yang disampaikan wakil rakyat melegalkan penggunaan ganja di Bali,” ucap Golose, Rabu (28/2/2018).

Golose menyebut, rencana atau ide itu tentunya bertentangan dengan undang-undang.

Selain itu, juga menyangkut kerawanan yang bisa ditimbulkan dan Bali kedepannya bisa rusak.

Dari data pihaknya, sepanjang tahun 2017, ada 965 orang yang ditangkap karena narkoba. Tidak saja keterlibatan warga negara asing, tapi juga sebagian besar pelakunya adalah masyarakat Bali

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved