Melarat di Pulau Surga

Dadong Sukranis Hidup Sebatangkara, Menggantungkan Hidup dari Porosan

Hidup di bawah garis kemiskinan sekalipun nyatanya tidak serta merta membuatnya mendapat uluran tangan dari pemerintah.

Dadong Sukranis Hidup Sebatangkara, Menggantungkan Hidup dari Porosan
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Dadong Sukranis (82) duduk saat ditemui di rumahnya, Banjar Dinas Kelod Kauh, Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Jumat (2/3/2018). 

Bahkan, jika waktu sudah malam, dan lampu di rumah Dadong Sukranis belum menyala, tetangganya akan datang, sekadar untuk menyalakan lampu.

Dadong Sukranis berharap agar pemerintah merangkulnya.

Setidaknya, agar bisa diberikan jaminan kesehatan, serta dibuatkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

"Boleh saya minta sama pemerintah? Kepinginnya punya KTP, tapi biar dibuatkan di rumah. Saya tidak bisa kemana-mana. Kalau rumah mau dibedah, ya terimakasih sekali," tuturnya sambil tersenyum.

Sementara itu, Klian Banjar Dinas Kelod Kauh, Nyoman Marsayaja mengaku sudah berupaya mengajukan kepada pihak desa agar Dadong Sukranis diberikan bantuan.

Namun usaha itu selalu gagal mengingat dadong tersebut tidak memiliki KK dan KTP.

"Keluarganya perempuan semua, jadi tidak bisa diikutkan dalam KK mereka. Ini akan saya pertanyakan pada pihak Disdukcapil Buleleng, bagaimana baiknya," singkatnya. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved