'RKHUP' Ngae Benyah, Begini Aksi Women's March Tuntut Hak Perempuan di Car Free Day Renon

"Perempuan bersatu tak bisa dikalahkan, perempuan bergerak tak bisa dihentikan."

'RKHUP' Ngae Benyah, Begini Aksi Women's March Tuntut Hak Perempuan di Car Free Day Renon
Tribun Bali/I Putu Supartika
Aksi Women's March di CFD Renon, Minggu (4/3/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- "Perempuan bersatu tak bisa dikalahkan, perempuan bergerak tak bisa dihentikan."

Itulah yang diteriakkan oleh peserta aksi Women's March Bali dengan hastag #lawanbersama saat melakukan aksinya di Car Free Day Renon, Denpasar, Bali, Minggu (4/3/2018) pagi.

Sebelum memulai aksi, para peserta berkumpul di Parkir Timur Lapangan Renon pukul 07.00 Wita.

Setelah semua peserta hadir, mereka pun memulai aksinya dengan melakukan long march mengelilingi Lapangan Puputan Renon.

Dengan membentangkan spanduk dan poster mereka teriakkan tuntutan mereka terkait hak-hak perempuan dan kesetaraan gender.

Mereka juga menyoroti masalah Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) yang dianggap rentan mengkriminalisasikan masyarakat.

Hal itu juga mereka tuangkan dalam poster: 'RKUHP ngae benyah', 'berdiam diri tidak akan melindungimu #akujuga #meToo #STOPpelecehan #tolakRKHUPngawut.'

Selain itu mereka juga membawa poster untuk menuntut hak-hak perempuan dan persamaan gender: 'jangan memposisikan istri sebagai pembantu', 'perempuan butuh disekolahkan, bukan dinikahkan', 'bukan bajuku yang porno tapi otakmu', 'gila sih ya, selangkangan saya jadi urusan negara.'

Setelah melakukan long march, mereka melakukan orasi di Podium Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS). (*)

Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved