LBGT dalam Pandangan Hindu Menurut Pinandita I Ketut Pasek Swastika

Menurut Hindu kalau kaum LBGT membuat komunitas itu bisa karena hak asasi orang

LBGT dalam Pandangan Hindu Menurut Pinandita I Ketut Pasek Swastika
Net
Ilustrasi

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- "LBGT dari segi komunitas itu Hak Asasi orang. Tapi dalam agama Hindu sudah jelas-jelas dikatakan dalam Manawa Dharma Sastra IX. 96 diciptakanlah perempuan sebagai ibu dan laki-laki sebagai bapak," kata Pinandita I Ketut Pasek Swastika selaku pembicara dalam acara Forum Group Discusion Fakultas Brahma Widya IHDN Denpasar yang mengambil tema 'Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LBGT) dalam Pandangan Agama Hindu', Rabu (6/3/2018).

Jadi menurut Hindu kalau kaum LBGT membuat komunitas itu bisa karena hak asasi orang. 

Akan tetapi, jika sampai melanggar norma susila jelas kena hukum adat. 

"Terlebih lagi mereka melegalkan pernikahan. Karena di Hindu menikah itu antara laki dan perempuan untuk tujuan melahirkan anak. Kalau mereka kan tidak bisa punya anak," imbuhnya.

Dalam Manawa Dhara Satra VIII. 369 menurutnya sudah jelas dikatakan yang suka sesama jenis tidak mendapatkan puja Weda atau tidak dibenarkan.

"Kalau sampai menikah dan minta diupacarai itu tidak bisa, karena tujuan pernikahan adalah lahirkan anak yang suputra. Kalau tidak ada anak jelas tidak ada yang menyelamatkan dia secara yadnya  dan keturunan," lanjutnya. (*)

Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved