Tumpukan Sampah di Lautan Bali Viral, Pastika: Kita Lawan Sampah Plastik, Bye-bye Plastic Bags!

Terlebih baru-baru ini ada fenomena tumpukan sampah plastik di lautan yang memberi dampak buruk pada citra pariwisata Bali

Istimewa
Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam orasinya di Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS) di Lapangan Niti Mandala, Renon, Minggu (11/3/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik dalam kegiatan sehari hari.

Hal tersebut disampaikan Pastika dalam orasinya di Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS) di Lapangan Niti Mandala, Renon, Minggu (11/3/2018).

Lebih jauh Pastika menyampaikan sebagai daerah tujuan pariwisata dunia, keberadaan sampah khususnya sampah plastik harus menjadi perhatian kita semua.

Sampah plastik sangat sulit terurai sehingga akan merusak lingkungan sekitar kita.

Terlebih baru-baru ini ada fenomena tumpukan sampah plastik di lautan yang memberi dampak buruk pada citra pariwisata Bali serta menggangu kenyamanan para wisatawan.

Meskipun peristiwa menumpuknya sampah di lautan dan sekitar pantai dapat dikatakan terjadi dalam waktu tertentu saja sebagai akibat dari musim atau seasonable, Pastika mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran untuk mengurangi penggunaan plastik dan turut berperan nyata dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Pantai Kedongan sore ini tampak dibanjiri sampah plastik, Minggu (24/12/2017).
Pantai Kedongan sore ini tampak dibanjiri sampah plastik, Minggu (24/12/2017). (Tribun Bali/Hisyam Mudin)

Seluruh komponen masyarakat baik itu mahasiswa maupun pelaku pariwisata diharapakan bergerak bersama dalam membersihkan lingkungan sekitar dari sampah khususnya sampah plastik .

"Bali sudah delapan kali berturut turut jadi the best destination in the world, untuk itu janganlah kita lengah. Jaga terus lingkungan kita, kurangi penggunaan plastik. Bye bye plastic bags. Kita harus bisa hentikan penggunaan plastik, saya yakin kita bisa kalau kita mau. Mari kita jaga alam Bali bersama sama, "imbuhnya.

Pada bagian lain, Pastika juga mengajak umat Hindu khususnya untuk dapat memaknai pelaksanan catur Brata penyepian dengan sebaik baiknya.

Perayaan Nyepi hendaknya dimaknai sebagai momentum untuk instrospeksi diri, meredam hawa nafsu, dengan demikian di Tahun Saka yang baru ini kita akan bisa menjadi seseorang yang lebih baik dari tahun sebelumnya.

Halaman
12
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved