Hari Raya Nyepi

Pesanan Ogoh-ogoh Bhuta Kala Datang dari Luar Negeri, Ini Harganya

Pada Nyepi kali ini, menurut Indra pesanan ogoh-ogoh meningkat bila dibandingkan dengan tahun kemarin.

Tribun Bali
Dokumen Tribun Bali: Gases Bali mengerjakan pesanan ogoh-ogoh beberapa waktu lalu 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Menjelang Pengerupukan, para pengrajin ogoh-ogoh mulai kebanjiran pesanan.

Satu di antaranya adalah kelompok pengrajin ogoh-ogoh Gases Bali, yang beralamat di Sesetan, Denpasar, Bali, yang digawangi oleh Komang Indra Wirawan.

Pada Nyepi kali ini, menurut Indra pesanan ogoh-ogoh meningkat bila dibandingkan dengan tahun kemarin.

"Kalau tahun ini, sampai hari ini sudah ada 175 ogoh-ogoh yang dipesan maupun yang sudah kami kirim. Kalau tahun kemarin hanya 125 ogoh-ogoh," kata Indra yang dihubungi via telepon, Senin (12/3/2018) siang.

Para pemesan ogoh-ogoh ini berasal dari seluruh Bali mulai dari Jembrana bahkan hingga ke Nusa Penida dan juga melayani pesanan dari hotel-hotel yang ada di Bali.

Sementara itu, pesanan juga datang dari luar Bali seperti Surabaya hingga Sulawesi.

Bahkan ada juga pesanan yang datang dari Australia.

"Ada juga yang ke luar negeri yaitu Australia," kata Indra.

Untuk ogoh-ogoh yang dikirim ke Australia dibanderol dengan harga Rp 75 juta.

Ogoh-ogoh yang di kirim ke Australia tersebut berupa ogoh-ogoh Bhuta Kala.

Sementara itu, kisaran harga ogoh-ogoh yang diproduksi di Gases Bali mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 80 Juta.

"Di sini kita menerima pesanan dari ogoh-ogoh mini hingga yang besar. Untuk pengerjaannya kita dibantu 25 orang pekerja. Lima orang yang memang memang memiliki basic membuat ogoh-ogoh mulai dari membuat tapel, dan dibantu oleh 20 orang untuk menempel atau mewarnai," imbuhnya.

Untuk melayani pesanan pembuatan ogoh-ogoh ini, Gases Bali telah mulai dari bulan September 2017.

"Kebanyakan ogoh-ogoh yang dipesan itu berupa Bhuta Kala dan tokoh kartun maupun animasi seperti Hulk," ujar Indra.

Saat ini, dalam pembuatan ogoh-ogoh pihaknya masih menggunakan steroform karena lebih cepat dan praktis. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved