Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Usai Nyepi Sampah di Tabanan Meningkat, DLHK Kerahkan Petugas Hingga Lembur

Setelah Hari Raya Nyepi jumlah sampah di Tabanan meningkat sekitar 50 persen dari hari biasa.

Tayang:
Penulis: I Made Argawa | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/I Made Argawa
Petugas lingkungan hidup dan kebersihan (DLHK) Tabanan saat menaikkan dari tempat pembuangan sampah sementa sampah ke truk untuk dibawa ke tempat pembuangan akhir. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Setelah Hari Raya Nyepi jumlah sampah di Tabanan meningkat sekitar 50 persen dari hari biasa.

Rata-rata biasanya sampah untuk Kota Tabanan yang diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA) sekitar 30 truk. 

Mengatasi hal tersebut dinas lingkungan hindup Tabanan mengerahkan  semua petugas kebersihan untuk tetap bekerja pada hari pengerupukan dan pasca Hari Raya Nyepi.

Kemudian menambah jam kerja dengan sistem lembur. Dengan cara ini Tabanan bebas dari tumpukan sampah.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Tabanan Anak Agung Raka Icwara saat dikonfirmasi Minggu (18/3/2018).

Raka mengakui setiap hari besar Hindu seperti Hari Raya Nyepi dan Saraswati dipastikan ada peningkatan volume sampah.

Sama seperti tahun sebelumnya tumpukan sampah di tempat penampungan sampah sementara (TPSS) dan depo memang mengalami peningkatan drastis hingga dua kali lipat.

Sampah tersebut didominasi sampah organik berupa bekas sesajen yang digunakan saat hari Raya Nyepi dan Saraswati.

“Untuk menangani masalah sampah agar tidak membludak pada hari raya Nyepi, kami memberlakukan sistem lembur dengan mempekerjakan petugas kebersihan disaat hari pegerupukan pawai ogoh-ogoh digelar di Kota Tabanan. Sebanyak 25 petugas kebersihan yang kami turunkan agar tumpukan sampah dapat teratasi,” terangnya.

Lebih lanjut Raka katakan pasca Nyepi dan hari Saraswati sampah selain ditangani langsung DLHK Tabanan, di beberapa ruas-ruas jalan besar juga ditangani oleh pihak swasta.

Untuk volume sampai khusus di Tabanan saat mengalami peningkatan hingga 50 persen.

Biasanya dalam sehari dapat mengakut 30 truk sampah kini dapat dua kali lipat dari hari sebelumnya. Dapat mencapai 60 truck sampah.

“Kami mengimbau kepada masyarakat agar ikut serta mengatasi permasalahan sampah di Tabanan dengan ikut kelompok-kelompok pengelolaan sampah di Banjar-banjar, Desa, serta Kelurahan setempat,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved