Sponsored Content

BEKRAF Gaungkan Food Startup Indonesia di 10 Kota, Dorong Industri Kreatif Kuliner Indonesia

Untuk mendorong perkembangan ekonomi kreatif, Bekraf melakukan trobosan dengan ajang Food Startup Indonesia (FSI) 2018.

BEKRAF Gaungkan Food Startup Indonesia di 10 Kota, Dorong Industri Kreatif Kuliner Indonesia
Istimewa
Bekraf melakukan trobosan dengan ajang Food Startup Indonesia (FSI) 2018. 

TRIBUN-BALI.COM, SURABAYA - Untuk mendorong perkembangan ekonomi kreatif, Bekraf melakukan trobosan  dengan ajang Food Startup Indonesia (FSI) 2018.

Sejak diinisiasi pada 2016, FSI tidak hanya telah menjaring 2.005 data pelaku ekonomi kreatif kuliner dari seluruh Indonesia, tetapi juga berhasil mengkurasi 150 startup kuliner Indonesia.

FSI 2018 ini diadakan sebagai cara untuk meningkatkan para pengusaha kuliner dengan menghubungkan startup kuliner kepada ekosistem ekonomi yang terbaru.

Di sisi lain, pelaku ekraf dituntut untuk terus melakukan inovasi agar mampu berdaya saing dan meningkatkan nilai tambah produknya sehingga memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

Sosialisasi kali ini akan di selenggarakan di Fierfield Marriot Surabaya pada tanggal 20 Maret 2018.

Startup kuliner Indonesia yang ingin berpartisipasi pada FSI 2018 bisa mendaftar secara online melalui platform di www.foodstartupindonesia.com dan akan ditutup tanggal 26 Juni mendatang.

Dari pendaftar yang masuk akan dilakukan seleksi, dan dari 100 startup yang terpilih akan difasilitasi untuk memamerkan produknya pada expo juli mendatang dan menjalin network dengan ekosistem startup kuliner Indonesia.

Pada final pitching, para startup kuliner terpilih akan bersaing untuk menjadi tiga besar FSI 2018 dan juga menarik minat investor yang hadir dalam acara tersebut.

Peningkatan kapasitas selama rangkaian acara FSI 2018 digunakan untuk meningkatkan kepercayaan investor berinvestasi pada startup kuliner yang tergabung pada FSI 2018.

Tahun lalu, Bekraf mendapatkan tiga besar startup kuliner Indonesia dalam FSI 2017. Ketiga startup ini sudah memiliki kapasitas ekspor Indonesia, di mana 30 persen dari startup kuliner yang terkurasi telah terkoneksi dengan akses permodalan non perbankan.

Salah satu dari top three FSI 2017 yaitu Raka Bagus dari Ladanglima mengungkapkan jika mereka mendapatkan banyak manfaat dengan bergabung pada demoday FSI ini. “Jadi kita tahu bagaimana basic bisnis sampai mempersiapkan laporan keuangan untuk digunakan bertemu investor dan utamanya networking dengan investor dan pelaku usaha lain,

Dalam rangka mengembangkan subsektor kuliner di tahun 2018, Food Startup Indonesia 2018 diharapkan dapat membawa dan memudahkan para pelaku usaha kuliner dalam mengembangkan usahanya serta terhubung dengan lingkungan atau ekosistem yang terintegrasi.(*)

Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved