TNI AU Berduka, Eks Pilot Penerbang Sukhoi SU-27/30 Tewas Kecelakaan Pesawat di Cilacap

Keluarga Besar TNI Angkatan Udara berduka atas kecelakaan pesawat latih aerobatik jenis Super Decathlon DL-30

TNI AU Berduka, Eks Pilot Penerbang Sukhoi SU-27/30 Tewas Kecelakaan Pesawat di Cilacap
tribunjateng/muh radlis/humas
Polisi saat ini masih mengamankan lokasi jatuhnya pesawat latih milik Perkasa Flying School yang jatuh di Dusun Tunggul Wulung, Kabupaten Cilacap, Rabu (19/10/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA – Keluarga Besar TNI Angkatan Udara berduka atas kecelakaan pesawat latih aerobatik jenis Super Decathlon DL-30 dengan nomor registrasi PK-RTZ milik Genesa Flight Academy (GFA) di bandara Tunggul Wulung Cilacap pada Selasa (20/3/2018) yang merenggut nyawa Kolonel Pnb M.J. Hanafie. 

Kolonel Pnb M.J. Hanafie meninggalkan seorang istri Florensia Harienda dan tiga orang anak, Savana Nadira Hanasia (19), Savara Umaira Hanasia (16), Muhammad Ryandra Hanasia (8).

 
"Almarhum merupakan salah satu penerbang tempur terbaik yang dimiliki oleh TNI AU dengan jabatan terakhir sebagai Paban II/Sismet Ditdok Kodiklatau di Jakarta,"  kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara, Marsekal Pertama TNI Jemi Trisonjaya, dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (20/3/2018) malam.

Kolonel Pnb M.J. Hanafie memang memiliki hobi terbang meski sudah tidak berada di skadron operasional lagi.

Hobi tersebut biasa dilakukan almarhum saat akhir pekan dan sejak bulan November 2017 lalu membantu pelaksanaan latihan penerbangan di GFA sesuai surat permohonan dari Direksi GFA ke TNI AU yang di tindaklanjuti dengan penugasan dari TNI AU.  

Saat terjadi kecelakaan, Kolonel Pnb M.J. Hanafie melakukan terbang aerobatik dalam rangka persiapan acara Wing Day (Wisuda Siswa) GFA yang rencananya akan dilaksanakan pada 28 Maret mendatang.

Kolonel Pnb M.J. Hanafie, kelahiran Malang, Jawa Timur pada 23 Juli 1969 merupakan lulusan Sekolah Penerbang Ikatan Dinas Pendek (IDP) TNI AU tahun 1991.  

Kadispen AU mengisahkan Kolonel Pnb M.J Hanafie memiliki pengalaman menerbangkan pesawat tempur Mk-53 HS-Hawk, F-5E Tiger, F-16 Fighting Falcon dan Sukhoi Su-27/30 dengan nickname "Jaguar". 

Dia juga pernah bergabung sebagai penerbang Tim Aerobatik "Elang Biru" dengan pesawat F-16 di tahun 1995-1997.

Dalam perjalanan karirnya, kisah Kadispen AU, Kolonel Pnb M.J. Hanafie pernah menjabat sebagai Komandan Lanud Raja Haji Fisabilillah (RHF) di Tanjung Pinang, Liaision Officer di Butterworth Malaysia dan berbagai jabatan lainnya.  

Menurut Kadispen AU, Kolonel Pnb M.J. Hanafie merupakan salah satu penerbang TNI AU cemerlang yang berkesempatan mencoba manuver "Cobra Pugachev" dengan pesawat tempur Sukhoi saat melaksanakan kursus transisi di Rusia. 

Cobra Pugachev merupakan sebuah manuver sulit yang menampilkan keunggulan aerodinamika pesawat dengan manuver terbang lurus kemudian tiba-tiba mendongak seperti ular kobra dan kembali pada posisi awal dan siap menyerang.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Penerbang yang Tewas Saat Terbangkan Pesawat Latih di Cilacap Ternyata Pilot Pesawat Tempur Sukhoi

Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved