Liputan Khusus

Wedding Organizer Liar Asal China Serbu Bali, Asosiasi Sebut Pantai Balangan Jadi Spot Favorit

Pantai Balangan di Jimbaran, Badung, menjadi salah-satu spot populer di kalangan pasangan calon pengantin untuk kegiatan foto pranikah (prewedding).

Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Sejumlah wisatawan melakukan persiapan pemotretan Prewedding di areal Bajra Sandhi Renon Denpasar, Sabtu (1/10/2016). Menjamurnya fotografer asal China ke Bali menjadi saingan fotografer lokal di bidang jasa Fotografi Prewedding. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA – Pantai Balangan di Jimbaran, Badung, menjadi salah-satu spot populer di kalangan pasangan calon pengantin untuk kegiatan foto pranikah (prewedding).

Pantauan Tribun Bali beberapa kali di pantai itu mendapati bahwa dalam sehari bisa sampai puluhan turis lokal dan mancanegara, khususnya turis China, melakukan sesi pemotretan prewedding di Pantai Balangan.

“Memang sekarang banyak wisatawan China atau Tiongkok yang menyukai menggelar acara wedding (pernikahan, red) di Bali. Minat mereka menikah dan melakukan pemotretan pranikah di Bali memang besar,” ujar Chandra Salim dari Komite China di Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asita kepada Tribun Bali, Senin (19/3) lalu.

Pantai Balangan merupakan salah-satu tempat prewedding favorit bagi turis China, selain Pantai Tegalwangi, Monumen Bajra Sandhi (Denpasar) dan Bedugul.

Bukit dan hamparan laut biru Pantai Balangan menyajikan pemandangan luar biasa yang sayang untuk dilewatkan.

Pengunjung pantai, baik lokal maupun mancanegara, dikenai pungutan untuk parkir sebesar Rp 3.000 (sepeda motor) dan Rp 5.000 (mobil).

Apabila ada pengunjung (lokal dan mancanegara) melakukan foto prewedding atau jenis pemotretan lainnya, mereka dikenai biaya Rp 300 ribu.

“Semua sama, turis lokal maupun asing dikenai Rp 300 ribu,” kata seorang petugas jaga tiket masuk Pantai Balangan pekan lalu.

Informasi yang diperoleh dari sejumlah guide dan staf event organizer (EO) lokal yang memfasilitasi kegiatan foto prewedding, para pasangan asal China itu pada umumnya membawa sendiri fotografer dari negerinya.

“Mereka gak mau dipotret oleh fotografer lokal. Makanya, mereka bawa fotografer dari negaranya. Saya cuma bantu bawakan barang-barangnya saja,” kata Hangra, staf EO yang mengawal pasangan China.

Bawa fotografer sendiri terbilang masih mendingan. Menurut Bali Wedding Association (BWA), malah tidak sedikit pasangan calon pengantin asal China yang sekaligus membawa wedding organizer (WO) dari negaranya. 

Chandra Salim mengakui, asosiasi seperti Asita tak bisa menelusuri apakah usaha penyelenggaraan pernikahan atau wedding organizer (WO) dan pemotretan prewedding itu sudah berizin atau tidak dalam melakukan kegiatan di Bali.

Dijelaskan Chandra, selama ini Asita menangani tour and travel, dan tidak khusus pada kegiatan terkait wedding.

Banyaknya turis China yang terlihat menggelar wedding dan prewedding di Bali, kata Chandra, karena banyaknya pemandangan yang menarik di Pulau Dewata.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved