Walhi Minta Reklamasi Bandara Ngurah Rai Dihentikan

Dengan istilah lain, reklamasi untuk pelebaran apron Bandara Ngurah Rai tidak boleh dilakukan.

Walhi Minta Reklamasi Bandara Ngurah Rai Dihentikan
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Aktifitas penerbangan di Bandara Ngurah Rai, Sabtu (23/9) foto di ambil dari pantai kelan 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Rencana pelebaran apron barat Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Kabupaten Badung, dengan mereklamasi perairan sekitar 47,9 hektare oleh Angkasa Pura I (AP I) dinilai menerobos aturan yang berlaku.

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Bali mendesak rencana pengembangan kapasitas Bandara Ngurah Rai dengan cara reklamasi segera dihentikan.

Termasuk pula pembahasan mengenai Analisa Dampak Lingkungan (Amdal) yang ternyata sudah dalam tahap pembahasan.

Dewan Daerah Walhi Bali, Suriadi Darmoko, saat ditemui Tribun Bali mengatakan pihaknya telah menyampaikan nota protes saat memenuhi undangan rapat Komisi Penilai Amdal Pusat di Kuta, Kamis (22/3/2018).

Walhi Bali juga menyatakan proses undangan atas pertemuan itu tidak dengan itikad baik dan bertentangan dengan azas kepatutan.

Menurut Darmoko, undangan pertemuan tersebut sudah dibuat sejak 7 Maret 2018.

Namun, sampai kepada pihaknya tanggal 15 Maret 2018. Jika dihitung dari tanggal 15 Maret 2018 menuju pertemuan Kamis (22/3/2018) lalu, rentang waktunya hanya tujuh hari untuk mempelajari dokumen Addendum ANDAL dan RKL-RPL yang menurutnya cukup tebal itu.

Ia pun menyayangkan dokumen yang diberikan oleh pihak AP I hanya Addendum ANDAL dan RKL-RPL.

Sementara dokumen sebelum Addendum tersebut belum diperlihatkan sehingga telaah yang dilakukan Walhi Bali hanya berdasarkan dokumen Addendum tersebut.

"Kalau dihitung secara hari kerja, kami hanya diberi waktu tiga hari kerja. Padahal sesuai azas kepatutan, undangan itu disampaikan minimal sepuluh hari kerja," ujar Darmoko.

Halaman
1234
Penulis: Widyartha Suryawan
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved