Breaking News:

Walhi Minta Reklamasi Bandara Ngurah Rai Dihentikan

Dengan istilah lain, reklamasi untuk pelebaran apron Bandara Ngurah Rai tidak boleh dilakukan.

Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Aktifitas penerbangan di Bandara Ngurah Rai, Sabtu (23/9) foto di ambil dari pantai kelan 

Menurutnya, pertemuan dengan Komisi AMDAL Pusat, Kamis lalu, merupakan acara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Dalam  rapat tersebut, kata dia, pembahasan AMDAL belum selesai karena harus memperhatikan saran, pendapat, dan tanggapan masyarakat.

"Saat ini selain perbaikan AMDAL, AP I secara paralel tetap mengurus proses semua perizinan," ujar Arie, Jumat (23/3/2018).

Pihak AP I menyadari, rencana pelebaran apron sisi barat dengan cara reklamasi ternyata tidak secepat yang dibayangkan.

Terlebih lagi, sampai saat ini Bali belum memiliki Perda tentang Rencana Zonazi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K). Dengan demikian, imbuh Arie, proses perizinan di KKP juga belum bisa diterbitkan bila Gubernur Bali belum mengeluarkan rekomendasi teknis.

"Perlu dipahami, karena ini percepatan untuk pertemuan IMF, yang bisa dikerjakan kami kerjakan dulu. Tapi pada akhirnya kita juga tidak ingin meninggalkan satu regulasi apapun hanya demi percepatan itu," tandasnya.

Terkait dalih pertemuan IMF, Walhi Bali mencermatinya sebagai modus untuk percepatan-percepatan pembangunan. Pola-pola tersebut memiliki kecenderungan terjadinya pelanggatan hukum.

"Ini menggunakan dalih pertemuan IMF, bahas AMDAL reklamasi, tapi izinnya belum ada. Kalau setiap ada pertemuan internasional melakukan pembangunan terus, bagaimana dengan daya tampung Pulau Bali? Mampu nggak pulau ini?" tanya balik Darmoko.

Terpisah, Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, menyatakan upaya pengembangan Bandara Ngurah Rai dengan cara memperlebarnya, sulit dilakukan. Pemprov Bali pun belum tentu memberi rekomendasi.

“Tidak semudah itu karena lahannya tidak cukup, harus reklamasi,” kata Pastika usai mengikuti sidang paripurna dengan DPRD Bali pada Kamis (22/3).

Halaman
1234
Penulis: Widyartha Suryawan
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved