Sertifikat Kompetensi Penting Bagi Pelaku Seni, Tapi Lembaga Mana yang Bisa Mengeluarkannya?

Ia menambahkan sertifikat kompetensi ini merupakan pengakuan keprofesionalan seorang seniman.

Sertifikat Kompetensi Penting Bagi Pelaku Seni, Tapi Lembaga Mana yang Bisa Mengeluarkannya?
Tribun Bali/Putu Supartika
Pembahasan Ranperda Kota Denpasar tentang Kepariwisataan Budaya, Senin (26/3/2018) di Gedung DPRD Kota Denpasar 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam Ranperda tentang Kepariwisataan Budaya pada Pasal 11 Ayat 1, intinya disebutkan bahwa pementasan kesenian untuk pariwisata harus mendapatkan sertifikat kompetensi.

Menurut Kepala Bidang Kesenian Disbud Kota Denpasar, Dwi Wahyuning Kristiansanti sertifikat kompetensi ini sangat diperlukan apalagi akan pentas ke luar negeri.

"Apalagi untuk menuju ekonomi Asean ini, sertifikasi kompetensi ini sangat dibutuhkan sekali. Jika seniman pentas ke luar misal ke Singapura, pasti akan ditanya apakah ada senimannya memiliki sertifikat kompetensi," katanya saat pembahasan Ranperda tentang Kepariwisataan Budaya di Gedung DPRD Kota Denpasar, Senin (26/3/2018) siang.

Ia menambahkan sertifikat kompetensi ini merupakan pengakuan keprofesionalan seorang seniman.

Sehingga jika pentas ke luar wajib seniman tersebut memegang sertifikat tersebut.

Ia juga mempertegas, yang memperoleh sertifikat itu bukan sanggar ataupun pementasannya, melainkan pelaku seni.

"Dalam hal ini yang mendapatkan sertifikat tersebut adalah senimannya atau pelaku seninya, termasuk pelatih, penari, maupun periasnya, bukan pementasan keseniannya," katanya.

Akan tetapi pihaknya sampai saat ini belum tahu lembaga apa yang bisa memberi sertifikat ini.

"Katanya Listibya bisa memberikan sertifikat ini, akan tetapi pengurus yang ada di Listibya ini juga harus memiliki sertifikat asesor untuk bisa mengeluarkan sertifikat kompetensi," terangnya.

Ia melanjutkan, "kami belum tahu juga agar orang listibya ini dapat sertifikat asesor harus dibawa kemana. Intinya sekarang kami masih merancang hal ini dan akan konsultasi ke ISI Denpasar." (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved