Serba Serbi

Hari Tumpek Landep Sebagai Payogan Sang Hyang Pasupati

Tumpek Landep ini jatuh setiap enam bulan atau 210 hari sekali tepatnya pada Saniscara (Sabtu) Kliwon wuku Landep.

Hari Tumpek Landep Sebagai Payogan Sang Hyang Pasupati
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Pengayah sedang membatu pemangku menghaturkan sesaji ke segala benda dari unsur logam yang akan diupacarai di Polsek Denpasar Selatan, Denpasar, Sabtu (16/5/2015). Hari Tumpek Landep merupakan hari khusus untuk mengupacarai persenjataan/peralatan untuk memohon kekuatan iman dan mental yang baik dalam penggunaan persenjataan serta peralatan yang sifatnya tajam. (Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Dua minggu setelah Hari Raya Saraswati, adalah Tumpek Landep.

Tumpek Landep ini jatuh setiap enam bulan atau 210 hari sekali tepatnya pada Saniscara (Sabtu) Kliwon wuku Landep.

Nantinya, Tumpek Landep ini akan jatuh pada hari Sabtu ini, tanggal 31 Maret 2018 bertepatan dengan Purnama Kedasa atau lagi tiga hari dari hari ini, Rabu (28/3/2018).

Menurut Lontar Sundarigama, disebutkan bahwa Tumpek Landep merupakan pujawali Bhatara Siwa, dan hari saat beryoganya Sang Hyang Pasupati.

Pada saat Tumpek Landep ini, masyarakat biasanya akan melakukan upacara untuk segala macam senjata mulai dari sabit, kapak, hingga keris maupun tombak.

Dan saat ini sudah meluas hingga upacara untuk TV, kendaraan, komputer, dan juga mesin. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved