Rencana Proyek PLTS di Jembrana, Ribuan Pohon Kelapa Diperkirakan Akan Dibabat

Pemkab Jembrana mendukung penuh rencana proyek PLTS itu, kendati diperkirakan akan dibabat ribuan pohon kelapa untuk proyek PLTS

Rencana Proyek PLTS di Jembrana, Ribuan Pohon Kelapa Diperkirakan Akan Dibabat
Tribun Bali/I Gede Jaka Santhosa
Rombongan DPRD Kabupaten Jembrana tengah memantau kebun kelapa Unit Perkebunan Sangiang milik Perusda Provinsi Bali yang akan dialihfungsikan menjadi tambak dan PLTS, Senin (26/3/2018) 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA – Perusahaan Daerah (Perusda) Provinsi Bali berencana mengalihfungsikan puluhan hektare lahan perkebunan kelapanya di Jembrana untuk dijadikan lokasi proyek  pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan tambak.

Pemkab Jembrana mendukung penuh rencana proyek PLTS itu, kendati diperkirakan akan dibabat ribuan pohon kelapa untuk proyek PLTS di lahan perkebunan kelapa Unit Sangiang di Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya, Jembrana itu.

Baca: Puluhan Hektare Kebun Kelapa Rencana Lokasi PLTS dan Tambak Disebut Lahan Produktif

"Proyek PLTS itu sudah minta rekomendasi dari Pemkab Jembrana, dan kami mendukung karena itu untuk kepentingan orang banyak. Tapi kalau alih fungsi untuk tambak, kami baru tahu sekarang. Tidak ada pembahasan sebelumnya," ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jembrana, I Made Sudiada, ketika ditemui Selasa (27/3/2018).

Sudiada yang didampingi oleh Asisten I Sekda Kabupaten Jembrana, I Made Wisarjita, mengatakan rencana pembangunan PLTS di lahan Perkebunan Unit Sangiang milik Perusda Bali itu sudah dibahas sejak 2017.

Saat pembahasan yang melibatkan sejumlah instansi, juga telah diketahui bahwa puluhan hektare lahan kebun kelapa akan dialihfungsikan dan pohon-pohon kelapa ditebang.

Bahkan, menurut Sudiada, lokasi pembangunan PLTS yang didukung langsung oleh pemerintah pusat itu sempat ditinjau langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kala itu, yakni Sudirman Said.

“Dalam pembahasan itu juga disebutkan bahwa PLTS tersebut nanti akan menjadi percontohan bagi daerah-daerah lain di Indonesia untuk mengembangkan energi yang ramah lingkungan. Karena itu, kami justru antusias menyambut program tersebut,” jelas Sudiada.

Seperti diberitakan Tribun Bali, Selasa (27/3/2018), untuk pembangunan PLTS itu, Perusda Provinsi Bali bekerjasama dengan investor asal Prancis PT. Aquo Energi Indonesia itu.

Alih fungsi lahan perkebunan kelapa itu meliputi area seluas sekitar 50 Hektare (Ha).

Halaman
123
Penulis: I Gede Jaka Santhosa
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved