Imbas Penghentian Layanan Uber, Pengemudi Uber Berbondong-Bondong Pindah ke Go-Jek
Imbas penutupan aplikasi Uber, ratusan mitra Uber di Bekasi berbondong-bondong mendaftarkan diri mereka ke Kantor Go-Jek
TRIBUN-BALI.COM, BEKASI - Imbas penutupan aplikasi Uber, ratusan mitra Uber di Bekasi berbondong-bondong mendaftarkan diri mereka ke Kantor Go-Jek di Ruko Emerald Sumarecon Bekasi, Kamis (29/3/2018).
Aplikasi Uber ditutup setelah pihak Grab mengakuisisinya.
Seorang pengemudi Uber, Tri Adrianto (24), menyampaikan bahwa mereka memilih menjadi mitra Go-Jek karena persyaratannya lebih mudah ketimbang Grab.
"Tinggal bawa STNK, KTP, KK kalau KTP rusak atau hilang. Setelah itu daftar, lalu dapat jaket dan helm," ucap Tri, Kamis sore.
Pengemudi lainnya, Edi (43), menyampaikan bahwa meski Uber diakuisisi Grab, pengemudi tak serta merta menjadi pengemudi Grab.
Para pengemudi Uber harus mendaftar lagi kemudian menjalani serangkaian tes.
"Jadi meski diakuisisi Grab, tapi tidak dengan mitra-mitra Uber. Kita tetap harus daftar, mengikuti tes berkendara atau safety riding dan bisa saja gagal. Bukan menganggap tes tidak penting, tapi setidaknya itu bisa dilakukan setelah kita diterima," ucap Edi.
Para mitra Uber masih bertahan di Kantor Go-Jek hingga pukul 16.30 WIB.
Rencananya, pihak Kantor Go-jek masih akan menerima mitra Uber yang sudah terdaftar hari ini untuk menyerahkan perangkat kerja.
Para mitra Uber yang tidak kebagian kuota dapat kembali datang Sabtu (31/3/2018).
Adapun Uber akan menghentikan layanannya di Indonesia terhitung 8 April 2018.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Alasan Pengemudi Uber Ini Lebih Memilih Pindah ke Go-Jek "
Penulis : Setyo Adi Nugroho
Editor : Icha Rastika
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/mitra-uber_20180329_192401.jpg)