Jangan Diabaikan, Ini 8 Tanda Kerusakan Saraf
Sistem saraf memungkinkan transmisi sinyal dan informasi antar bagian tubuh. Kerusakan saraf dapat ditandai dengan beberapa hal berikut
Penulis: Irma Budiarti | Editor: Irma Budiarti
TRIBUN-BALI.COM - Dulu ketika masih diduduk dibangku sekolah, kita pernah belajar tentang sistem saraf manusia.
Sistem saraf memungkinkan transmisi sinyal dan informasi antar bagian tubuh untuk aktivitas tubuh baik fisik maupun mental.
Misal, ketika satu bagian dari otak mentransmisikan sinyal ke sistem pencernaan untuk menghasilkan cairan pencernaan, kita akan merasa lapar.
Begitupun ketika otak memberikan sinyal agar kaki bergerak, kita akan memberikan respon berdiri atau berjalan.
Jadi, sistem saraf memang sangat kompleks bahkan kerusakan kecil dapat menyebabkan masalah kesehatan.
Ketika saraf rusak, transmisi sinyal dan informasi dari otak ke bagian tubuh lain akan terganggu.
Kerusakan ini dapat disebabkan oleh cidera, penyakit auto imun, infeksi dan peradangan saraf, hingga kerusakan otak.
Seperti yang dilansir Tribun Bali dari laman boldsky.com, 8 tanda kerusakan saraf jangan diabaikan.
1. Nyeri Tangan dan Kaki
Kita mungkin sering mengalami rasa sakit di tangan dan kaki karena terluka maupun terlalu sering menggunakan bagian tubuh ini.
Namun, jika rasa sakit yang anda alami seperti tajam, menusuk, dan membakar tanpa alasan, dan itu terjadi secara teratur, bisa jadi hal itu merupakan tanda kerusakan saraf.
Kondisi ini dikenal sebagai neuropati perifer.
2. Mati Rasa
Jika anda mengalami mati rasa terutama pada tangan dan kaki, bisa juga menjadi tanda lain kerusakan saraf.
Saraf yang rusak dapat menyebabkan mati rasa, karena sensasi pada bagian tubuh tertentu tidak berfungsi atau hilang.
Kondisi ini memang awalnya menyerang tangan dan kaki.
Jika tidak segera diobati, mati rasa akan menyebar ke anggota tubuh yang lain.
3. Kehilangan Keseimbangan Tubuh
Seringkali kita merasa pusing dan kehilangan keseimbangan tubuh ketika flu atau kondisi tubuh kelelahan.
Namun, jika anda merasa kehilangan keseimbangan tubuh tanpa alasan, dan berlangsung berulang-ulang, itu bisa jadi tanda kerusakan saraf.
Alangkah baiknya, anda segera melakukan tindakan medis untuk menghindari kecelakaan atau cidera.
4. Kelemahan Otot
Kelemahan otot biasa ditandai dengan nyeri dan rasa sakit pada otot padahal tidak banyak aktivitas yang dilakukan.
Sinyal otak dan otak yang terganggu dapat melemahkan kerja otot dari waktu ke waktu.
Bahkan melakukan kegiatan sehari-hari seperti berjalan dan bergerak akan terasa sulit.
Kelemahan otot juga dapat menyebabkan hilangnya kontrol otot.
5. Kram
Mengalami kram otot akibat banyak kerja berat, olahraga, bahkan dehidrasi, sebenarnya normal saja.
Yang perlu dikhawatirkan adalah ketika anda mengalami kram otot secara teratur diikuti sensasi geli.
Kondisi ini bisa jadi tanda kerusakan saraf.
6. Denyut Jantung Tidak Normal
Setelah berlari dan berolahraga, denyut jantung kita akan naik.
Namun, jika anda mengalami denyut jantung yang tidak normal, sangat cepat atau sangat lambat sampai membuat anda merasa lelah, maka itu bisa jadi tanda kerusakan saraf.
Ini karena otak tidak mengirim sinyal ke jantung secara efektif untuk memompa darah.
7. Pusing
Pusing ringan atau pusing secara teratur bisa menunjukkan sejumlah masalah, seperti dehidrasi, kelelahan kronis, tumor otak, anemia, dan lain-lain.
Namun, jika anda tidak mengalami masalah kesehatan tapi pusing, bisa jadi itu menunjukkan adanya kerusakan saraf.
8. Masalah Pencernaan
Kita sering mengalami masalah pencernaan seperti keasamaan, gangguan pencernaan, fluktuasi nafsu makan, mual, dan lain-lain.
Namun, masalah pencernaan bisa menjadi tanda kerusakan saraf karena saraf tidak menerima sinyal secara efektif dari otak.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-otak2_20170610_094101.jpg)