Rayakan Tumpek Landep, BPBD Kota Denpasar Berharap Ada Penambahan Armada

Jumlah mobil pemadam kata Wayan saat ini berjumlah 11 unit. Mobil pemadam yang ada di lokasi, kata dia termasuk tua.

Rayakan Tumpek Landep, BPBD Kota Denpasar Berharap Ada Penambahan Armada
Tribun Bali/Busrah Hisam Ardans
Suasana persembahyangan Tumpek Landep di Kantor Induk, BPBD Kota Denpasar, Jl Imam Bonjol, Sabtu (31/3/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Masyarakat Bali khususnya umat Hindu kini sedang melaksanakan upacara Tumpek Landep.

Tak terkecuali Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar, yang hari ini pula melaksanakannya di Kantor Induk BPBD Kota Denpasar, Jl Imam Bonjol, Sabtu (31/3/2018).

Dalam suasana khidmat itu, Wayan Puja sebagai Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Denpasar, berharap pihaknya menerima dua armada ambulans baru tahun 2018 ini.

Wayan mengatakan timnya berharap ada penambahan mobil ambulans angkut mayat dan mobil damkar (pemadam lebaran) yang baru.

"Memang programnya tahun ini. Kita sudah melakukan tender melalui e-katalog dan mudah-mudahan tahun ini terealisasi. Juga karena anggarannya sudah tersedia untuk dua mobil ambulans pengangkut mayat. Selain itu mobil damkar kita juga kebanyakan pengadaannya ini tahun 2010, sisanya tahun-tahun lama. Kedepannya tentu ada harapan memiliki armada baru," jelas Wayan.

Jumlah mobil pemadam kata Wayan saat ini berjumlah 11 unit.

Mobil pemadam yang ada di lokasi, kata dia termasuk tua.

Kini pihaknya berusaha mengusulkan armada baru hanya saja keterbatasan dan skala prioritas dari pemerintah kota ada yang utama.

"Ada mobil besar dengan kapasitas 20 ribu liter, 5.000 liter dan 3.000 liter, termasuk satu mobil kecil penyedot air. Sementara mobil ambulans ada enam, tahun lalu penambahan dua mobil pengangkut mayat. Begitu juga sepeda motor dan mobil dinas ada tiga dan dibantu PMI dengan empat mobil ramakesmas untuk pelayanan kedaruratan wilayah Denpasar," ujar dia.

Mengenai Tumpek Landep secara filosofis kata Wayan hari ini merupakan hari mensyukuri anugerah Tuhan yang telah memberikan kemudahan kepada manusia berupa alat atau sarana untuk membantu hidup manusia.

"Jika dikaitkan dengan BPBD berarti sarana-sarana semisal mobil pemadam, ambulans, mobil dan motor dinas untuk operasional dalam rangka pelayanan kepada masyarakat." kata Wayan.

Ia berharap dalam upacara ini timnya bersyukur kepada Tuhan karena memiliki sarana, juga keselamatan selama ini karena tidak diberi hambatan berat dalam mengabdi terhadap masyarakat.

Tumpek Landep sendiri dilaksanakan dua kali dalam setahun karena jatuhnya setiap enam bulan sekali. (*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved