Serba Serbi
Redite Umanis Ukir, Mari Nyakupang Tangan Kehadapan Bhatara Guru
Sehari setelah Umat Hindu merayakan Tumpek Landep, tiba saatnya wuku berubah menjadi Ukir, yang jatuh tepat hari ini,
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ady Sucipto
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Sehari setelah Umat Hindu merayakan Tumpek Landep, tiba saatnya wuku berubah menjadi Ukir, yang jatuh tepat hari ini, Minggu (1/4/2018).
Hari pertama dalam wuku Ukir ini juga merupakan Hari Raya Redite Umanis Ukir yang jatuh setiap enam bulan atau 210 hari sekali.
Dalam Lontar Sundarigama disebutkan:
Ukir, Redite Umanis, pujawalin Bhatara Guru
Sehingga saat Redite Umanis Ukir ini merupakan hari pemujaan kehadapan Bhatara Guru
Lebih lanjut, mengenai upakara yang dipersembahkan disebutkan:
Widananya sasayut pengambeyan 1, sedah ing apon 25, mwang kwangi 8, aturakna ring sanggar kamulan, mwah wenang pinuputan pakretinya ikang dening saka sidanta. Samangkana sira wwang, manganjali ring Bhatara Guru, astawakna ring sanggar kemulan
Artinya
Upakaranya, ialah sesayut pengambean 1, sedah ingapon 25 ( sirih dikapuri ), kwangen 8 buah yang dihaturkan di Sanggah Kamulan.
Sesajen tersebut juga dilengkapi sarana lain menurut kemampuan.
Demikianlah kewajiban manusia memohon keselamatan kepada Bhatara Guru, yang dipuja di Sanggah Kamulan.
Sehingga pada hari ini, mari kita nyakupang tangan kehadapan Bhatara Guru di Sanggah Kemulan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/tumpek-landep-senjata-densel_20150516_154630.jpg)