Terkait Komentar Elite Bermental Maling, Fahri Hamzah Harap Prabowo Tidak Sekadar Melempar Isu

Pernyataan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto terkait elite bermental maling, mendapatkan beragam tanggapan dari Fahri Hamzah

Kompas.com/Nabilla Tashandra
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/11/2017) 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Pernyataan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto terkait elite bermental maling, mendapatkan beragam tanggapan dari para politisi tanah air.

Seperti yang disampaikan oleh Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah yang mengatakan bahwa Prabowo harus mempertanggungjawabkan apa yang ia sampaikan.

"Justru kan bagi Pak Prabowo, kalimat itu kan positif negatif, artinya dia menyatakan itu kan, dia harus mempertanggungjawabkan juga kalimat itu," ujar Fahri, saat ditemui di Nusantara III DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Senin (2/4/2018).

Menurutnya, Pernyataan Prabowo tersebut merupakan bagian dari analisanya untuk strategi politiknya ke depan.

Sehingga ia menilai pernyataan itu tentunya menggelitik untuk dibahas dalam perbincangan lanjutan dan dirinya tidak sabar untuk mengetahui 'kelanjutannya'.

"(Itu) sebagian dari cara dia mengobservasi politik ke depan, khususnya politik elite kan, nah itu menarik untuk diperbincangkan, kalimat-kalimat pak Prabowo itu, harus ada penjelasan lanjutan," kata Fahri.

Lebih lanjut Fahri berharap agar Prabowo tidak seperti pemimpin lainnya yang hanya bisa melempar isu, namun tidak meneruskan pembahasan mengenai isu yang dilemparkan hingga mengemuka.

"Dan saya berharap pak Prabowo tidak seperti yang dikenal selama ini, banyak pemimpin yang melempar isu tapi tidak diteruskan, harus diteruskan menurut saya," tegas Fahri.

Sebelumnya, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto kembali melontarkan pernyataan yang mengung pro dan kontra.

Usai menyatakan bahwa Indonesia akan bubar pada 2030, ia kembali menyampaikan pernyataan kontroversial dalam pidato terbarunya.

Ia menyatakan banyak elite 'goblok' di Indonesia dan mereka bermental maling.

Sontak dirinya pun kembali menjadi pembahasan, mulai dari pengamat politik hingga politisi.

Pernyataan tersebut disampaikan lantaran ia menilai banyaknya kekayaan Indonesia yang dikuasai oleh pihak asing.

Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved