Dampak Ekonomi Pertemuan IMF-WB Bagi Bali Fantastis, Belanja Kuliner dan Hiburan Rp 146 Miliar

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali, Causa Iman Karana, mengatakan bahwa pihaknya telah menghitung dampak ekonomi

Dampak Ekonomi Pertemuan IMF-WB Bagi Bali Fantastis, Belanja Kuliner dan Hiburan Rp 146 Miliar
Tribun Bali/Karsiani Putri
Kepala perwakilan Bank Indonesia (BI) Wilayah Bali, Causa Iman Kirana memberikan keterangan pada wartawan tentang dampak ekonomi pertemuan IMF-Bank Dunia Oktober nanti di Bali 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali, Causa Iman Karana, mengatakan bahwa pihaknya telah menghitung dampak ekonomi yang akan ditimbulkan baik menjelang maupun selama pelaksanaan pertemuan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua pada 8-14 Oktober 2018.

Causa memerinci, dari sisi akomodasi total pengeluaran yang dikeluarkan oleh sekitar 15.000 delegasi, termasuk apabila membawa keluarga pada kegiatan inti selama 5 hari, diperkirakan mencapai Rp 666 miliar.

Selain itu, akomodasi perjalanan udara sekitar Rp 36 miliar, sewa kendaraan Rp 38 miliar, paket makan minum dan hiburan mencapai Rp 146 miliar, serta penyelenggaraan panitia mencapai sekitar Rp 1,11 trilun.

Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra menambahkan pihaknya memastikan seluruh kebutuhan pokok delegasi, khususnya makanan, minuman, transportasi, dan akomodasi tercukupi dengan baik, sehingga inflasi Bali tetap terkendali.

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Bali memastikan agar harga barang dan jasa menjelang dan selama pertemuan IMF-Bank Dunia masih dalam level wajar, dan terjangkau oleh masyarakat dan seluruh pihak berkepentingan.

"Ini kan forum yang mendatangkan banyak orang, sehingga kecukupan mereka, seperti beras, daging, makanan dan minuman bisa disediakan daerah," kata Dewa Indra.

Sementara itu, inflasi Bali selama Maret 2018 tercatat sebesar 3,1 persen year on year (yoy), masih dalam kisaran sasaran inflasi nasional 3,5 persen yoy.

Langkah-langkah pengendalian inflasi daerah dilakukan dengan memastikan keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, ketersediaan pasokan, dan komunikasi ekspektasi masyarakat.

Sejumlah wisatawan mancanegara sedang menikmati pemandangan di Subak Tegalalang, Ubud, Gianyar, Minggu (15/1/2017).
Sejumlah wisatawan mancanegara sedang menikmati pemandangan di Subak Tegalalang, Ubud, Gianyar, Minggu (15/1/2017). (Tribun Bali/Rizal Fanany)

Kendati pertemuan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia baru akan digelar enam bulan mendatang di Bali, para delegasi untuk pertemuan itu sudah melakukan pemesanan (booking) hotel jauh-jauh bulan.

Bali Hotel Association (BHA) menyebutkan bahwa hingga Kamis (5/4) sudah ada sekitar 6.500 kamar yang dipesan oleh para delegasi pertemuan IMF-Bank Dunia.

Halaman
1234
Penulis: Karsiani Putri
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved